Pantau Harga Sembako, Wagub NTT Soroti Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah

  • 11 Apr 2026 18:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah potensi dampak gejolak ekonomi global. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Wakil Gubernur Johanis Asadoma melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik di Kota Kupang, Jumat 10 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Johanis Asadoma menyoroti tingginya ketergantungan pasokan bahan pokok dari luar daerah. Ia menyebutkan, sekitar 80 persen kebutuhan sembako di NTT masih dipasok dari luar wilayah.

“Saat ini sekitar 80 persen pasokan sembako masih berasal dari luar NTT. Karena itu, kita harus mulai memaksimalkan potensi daerah, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun sektor lainnya, agar ke depan ketahanan pangan kita semakin kuat dan tidak terlalu bergantung dari luar,” ujarnya.

Menurutnya, optimalisasi potensi lokal menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong peningkatan produksi lokal guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara mandiri.

Sementara itu, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pemerintah akan melakukan pemantauan secara berkala serta mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. “Pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap stabil, sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga,” katanya.

Pemprov NTT juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pemerintah memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Masyarakat diharapkan dapat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar distribusi bahan pokok tetap lancar dan merata di seluruh wilayah. Langkah pemantauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi gangguan pasokan serta menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....