Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Gubernur NTT Dorong Kolaborasi
- 10 Apr 2026 09:13 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri kegiatan pengarahan dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Hotel Aston Kupang, Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini melibatkan koordinator wilayah, yayasan, serta mitra pelaksana dari seluruh kabupaten/kota se-NTT guna memperkuat pelaksanaan program di lapangan.
Pengarahan dipimpin oleh Rudi Setiawan selaku Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Badan Gizi Nasional, yang menekankan pentingnya koordinasi dan pengawasan agar program berjalan tepat sasaran. Turut hadir sejumlah pejabat daerah, termasuk perwakilan pemerintah provinsi, kota, serta mitra pelaksana yang terlibat dalam program strategis tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan wujud nyata keberpihakan negara kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Menurutnya, program ini memiliki dampak besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, karena mampu menunjang kebutuhan gizi, meningkatkan konsentrasi belajar, serta memotivasi anak-anak untuk bersekolah.
Melalui sinergi bersama seluruh Pemda dan mitra MBG di NTT, seluruh sektor, baik sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, logistik dan sektor lainnya akan tergerak.
"MBG memberikan dampak ekonomi ke semua sektor-sektor tersebut. Dan jika semua supply chain kedepannya berasal dari NTT, tidak lagi dari luar maka tentu dampak ekonomi akan kita rasakan lebih bagus lagi. Ini tentu akan menekan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi di NTT akan terus bergerak positif,” kata Gubernur Melki.
Lebih jauh, Gubernur menjelaskan MBG juga berperan sebagai penggerak ekonomi daerah. Program ini mendorong keterlibatan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM dalam rantai pasok.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di NTT turun menjadi 17,50 persen per September 2025, sementara pertumbuhan ekonomi meningkat dari 3,73 persen menjadi 5,14 persen. Angka ini turut dipengaruhi oleh berbagai intervensi kebijakan termasuk MBG.
Menutup arahannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya integritas, kualitas layanan, dan kolaborasi dalam pelaksanaan program. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga komitmen, mengutamakan standar gizi, responsif terhadap evaluasi, serta bekerja dengan empati bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan sinergi yang kuat, ia optimistis program MBG akan terus memberikan dampak positif yang luas bagi pembangunan NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....