Menciptakan Ruang Aman Digital Bagi Perempuan: Sebuah Hak, Bukan Hadiah
- 07 Apr 2026 14:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Keamanan bagi kaum perempuan saat berselancar di dunia maya kini menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Hal ini terungkap pada obrolan tentang mencari ruang aman digital bagi perempuan dalam program Pengarus Utamaan Gender, Senin, 30 Maret 2026, bersama Suster Wilhelmina Kato, SSpS.
Koordinator JPIC SSpS Flores Bagian Timur tersebut menegaskan bahwa ruang digital yang nyaman seharusnya menjadi realitas yang bisa digapai oleh setiap wanita. "Saya harus katakan mengapa tidak kalau ruang aman digital ini tidak bisa tercipta untuk kaum perempuan?" ujar Suster Wilhelmina dengan nada optimis.
Menurutnya, selama ini banyak perempuan yang belum menyadari bahwa rasa aman dalam berekspresi di internet adalah bagian dari hak asasi manusia. Fenomena yang terjadi justru menunjukkan adanya pengabaian terhadap hak dasar tersebut, baik oleh lingkungan maupun perempuan itu sendiri.
Suster Wilhelmina mengamati bahwa ancaman kekerasan saat ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi telah merambah ke ranah digital. "Selama ini konsep kaum perempuan itu merasa bahwa hak untuk merasa aman itu dihadiahkan oleh orang lain," ucapnya dalam sesi dialog tersebut.
Ia menambahkan bahwa mindset tersebut harus segera diubah karena hak untuk merasa aman sudah melekat secara alami dalam diri setiap individu. Kesadaran untuk menghidupi hak inilah yang menjadi kunci utama agar perempuan tidak lagi merasa terintimidasi di ruang siber.
Keterlibatan lembaga Justice, Peace, and Integrity of Creation (JPIC) dalam isu ini merupakan bentuk dedikasi mereka terhadap perlindungan kemanusiaan. Lembaga ini secara konsisten menyuarakan keadilan dan perdamaian, termasuk integrasi terhadap keutuhan ciptaan yang mencakup keselamatan manusia.
Visi global yang diusung oleh yayasan VIVAT Internasional di Jenewa turut memperkuat langkah strategis dalam menangani kasus pelanggaran hak perempuan. Melalui sinergi internasional tersebut, isu keamanan digital bagi perempuan di daerah diharapkan mendapat atensi yang lebih luas dan terstruktur.
Melalui edukasi yang konsisten, diharapkan para perempuan di Ende dan sekitarnya mampu mengambil kendali penuh atas ruang digital mereka. Menciptakan ekosistem internet yang sehat bukan sekadar mimpi, melainkan tanggung jawab bersama yang harus segera diwujudkan secara kolektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....