Panen Raya Jagung Maukaro Perkuat Ketahanan Pangan Desa

  • 31 Mar 2026 19:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Semangat ketahanan pangan nasional kian terasa di wilayah Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa 31 Maret 2026 pagi. Aparat Polsek Maukaro bersama kelompok tani setempat melaksanakan panen raya jagung di lahan produktif Desa Mundinggasa.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 Wita dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah desa dan tenaga penyuluh pertanian lapangan setempat. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan nasional hingga tingkat desa.

Panen raya dilaksanakan di lahan Calon Petani Calon Lahan milik Kelompok Tani Feo Tani yang dikelola secara optimal. Lahan tersebut merupakan milik petani bernama Wilhelmus Dhomba yang aktif mengembangkan komoditas jagung varietas unggul.

Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Maukaro, produktivitas lahan menunjukkan capaian yang menggembirakan bagi petani. Dalam satu hektar lahan, varietas jagung Bima 20 Uri mampu menghasilkan produksi sebesar 5,62 ton per hektar.

Capaian ini dinilai sebagai hasil kerja keras petani yang didukung pendampingan intensif dari berbagai pihak terkait. Aparat kepolisian turut hadir memberikan dukungan moril sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Perwakilan Polsek Maukaro menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga memberikan semangat kepada petani. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi petani dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan dan produktif.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BPP Kecamatan Maukaro bersama para penyuluh pertanian lapangan serta pemerintah desa setempat. Ketua Kelompok Tani Feo Tani bersama anggota juga terlibat langsung dalam proses panen sebagai bentuk kebersamaan.

Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan kelompok tani menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan pangan yang stabil di tingkat lokal hingga nasional.

Kegiatan panen raya berakhir pukul 11.40 Wita dalam suasana aman dan penuh semangat kebersamaan seluruh peserta yang hadir. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain untuk mengoptimalkan potensi pertanian secara berkelanjutan dan mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....