Polri Dampingi Petani Tomat Dukung Ketahanan Pangan

  • 25 Mar 2026 14:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Aparat kepolisian Polsek Nita terus memastikan program pertanian berjalan optimal dengan pemantauan lapangan pada, Rabu, 25 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di wilayah Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Kanit Binmas Polsek Nita, AIPDA Fransiskus Hubertus menjelakan fokus kegiatan diarahkan pada tanaman hortikultura berupa tomat yang dikelola mandiri oleh masyarakat. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendorong swasembada pangan berbasis potensi lokal.

Di atas lahan seluas kurang lebih 30 x 50 meter persegi milik Ibu Aurelia Varianti, terdapat 2.700 pohon tomat yang sedang dalam masa pertumbuhan. Pantauan pihaknya tanaman tersebut kini telah memasuki usia 45 hari dengan kondisi yang cukup baik.

Perawatannya sendir dilakukan menggunakan pupuk NPK Phonska dan obat hama jenis Danke. Seluruh kebutuhan bibit hingga pupuk dipenuhi secara swadaya oleh pemilik lahan tanpa bantuan eksternal.

Dalam kunjungannya, AIPDA Fransiskus juga memberikan edukasi pertanian. Ia menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang efektif, produktif, dan ramah lingkungan.

“Pendampingan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan, kehadiran Polri diharapkan mampu mendorong hasil pertanian yang maksimal.

Selain itu, motivasi juga diberikan kepada masyarakat agar terus mengembangkan sektor pertanian. Sinergi antara warga, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah desa dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.

Respons positif datang dari pemilik lahan dan warga sekitar yang menyambut baik kehadiran aparat kepolisian. Mereka menyatakan siap bekerja sama untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan bibit dan minimnya obat hama. Selain itu, belum adanya pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan turut menjadi tantangan tersendiri.

Kendala tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah dan instansi terkait. Dukungan berkelanjutan dinilai penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....