Panen Jagung Hibrida Wairkoja Bukti Ketahanan Pangan

  • 24 Mar 2026 16:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Upaya memperkuat ketahanan pangan kembali menunjukkan hasil konkret di Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. Panen jagung hibrida jenis BISI 18 berlangsung di Dusun Wairlong, Desa Wairkoja, pada Senin pagi, 23 Maret 2026.

Kegiatan panen dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dan menjadi bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. Program tersebut dikelola oleh BUMDes Subur Makmur Desa Wairkoja dengan melibatkan berbagai pihak.

Panen turut didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Wairkoja AIPDA Dami Daty bersama Kanit Binmas Polsek Kewapante AIPDA Yosep P. Koles, S.H. Kehadiran aparat kepolisian menjadi bentuk dukungan nyata Polri terhadap sektor pertanian masyarakat.

Berlokasi di lahan seluas sekitar 0,8 hektare, jagung hibrida yang ditanam sejak 3 Desember 2025 menunjukkan hasil menggembirakan. Produktivitas panen diperkirakan mencapai 18,99 ton per hektare dalam kondisi tongkol basah.

Capaian ini menjadi indikator keberhasilan program sekaligus bukti sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara aparat, pemerintah desa, dan kelompok tani dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

Proses panen berlangsung dalam suasana kebersamaan yang kuat di antara para petani. Kelompok Tani Dusun Wairlong tampak aktif dan kompak dalam setiap tahapan kegiatan panen.

Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Petugas Penyuluh Lapangan Wilfridus, Direktur BUMDes Kalektus, serta Ketua BUMDes sekaligus Ketua Kelompok Tani Ursula Lukut. Kehadiran mereka memperkuat koordinasi sekaligus memberikan motivasi bagi petani setempat.

Peran aparat kepolisian tidak hanya terbatas pada pengamanan kegiatan. Pendampingan yang dilakukan juga memberikan dorongan moral bagi masyarakat untuk terus produktif di sektor pertanian.

Namun demikian, petani masih menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu. Curah hujan tinggi membuat proses panen dan pengeringan hasil harus menyesuaikan kondisi lapangan.

Jagung yang dipanen membutuhkan penanganan pascapanen yang cepat agar kualitas tetap terjaga. Intensitas hujan kerap menghambat proses penjemuran sehingga diperlukan strategi yang lebih efektif.

Meski dihadapkan pada kendala, hasil panen tetap memberikan harapan bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Produksi yang melimpah diharapkan mampu mendongkrak pendapatan petani dan menjaga ketersediaan pangan daerah.

Secara keseluruhan, kegiatan panen berlangsung aman dan lancar. Keberhasilan ini menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Sikka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....