Rendahnya Pemahaman Hambat Penanganan Stunting di Desa
- 22 Mar 2026 20:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Rendahnya pemahaman masyarakat menjadi hambatan utama dalam penanganan stunting di desa, meskipun berbagai program telah dijalankan secara masif oleh pemerintah dan lembaga terkait. Kondisi ini menunjukkan bahwa aspek pengetahuan masih menjadi kunci dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Didimus Laviardus Lamba, Staf Yayasan Tananua Flores dalam siaran Indonesia Cerdas beberapa waktu lalu menilai bahwa faktor pengetahuan masyarakat masih menjadi persoalan mendasar dalam penanganan stunting. Ia menegaskan bahwa upaya edukasi perlu diperkuat agar masyarakat memahami pentingnya pencegahan sejak dini.
“Tingkat pengetahuan masyarakat masih perlu diperkuat agar pencegahan bisa berjalan efektif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa selain faktor ekonomi, pola asuh yang kurang tepat juga berkontribusi terhadap tingginya angka stunting.
Menurutnya, penanganan selama ini lebih banyak dilakukan setelah kasus terjadi, bukan pada tahap pencegahan. Ia menekankan bahwa perubahan pendekatan menjadi sangat penting untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan.
“Kalau kita fokus pada pencegahan, angka stunting bisa ditekan sejak awal,” katanya. Ia juga menyoroti rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu yang berdampak pada kurang optimalnya pemantauan tumbuh kembang anak.
Berbagai pendekatan pun dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, seperti arisan Posyandu dan kolaborasi dengan tokoh agama. “Ketika tokoh agama yang menyampaikan, biasanya lebih didengar,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa edukasi juga dilakukan melalui kelompok tani agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....