Pergeseran Tren Wisatawan Dunia: Berburu Tempat Sepi dan Peduli Lingkungan

  • 14 Jul 2026 08:27 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Tren pariwisata global dilaporkan tengah mengalami pergeseran signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengungkapkan bahwa wisatawan mancanegara kini mulai menghindari destinasi populer yang terlalu padat atau mengalami overtourism.

Sebagai gantinya, para pelancong internasional kini beralih memburu daerah wisata alternatif. Mereka lebih tertarik pada destinasi tersembunyi yang menawarkan konsep kepedulian lingkungan atau dikenal dengan istilah regenerative tourism (pariwisata regeneratif).

Asisten Deputi Strategi Event Kemenpar, Wisnu Sindhutrisno, menjelaskan bahwa penyelenggaraan pariwisata dunia saat ini tidak lagi sekadar menjual keindahan alam semata. Faktor viralitas di media sosial juga bukan lagi menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan global.

Berdasarkan data terbaru dari UN Tourism, pelancong dari kawasan Eropa kini lebih memilih destinasi yang menawarkan pengalaman personal. Mereka mencari kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian alam di lokasi yang mereka kunjungi.

"Tren ke depannya itu wisatawan pengen tempat yang lebih sepi, lebih customized, personalized, terus lebih dekat dengan lingkungan dan mereka bisa kontribusi," ujar Wisnu dalam keterangannya.

Wisnu menambahkan, para turis tidak lagi tertarik pada destinasi yang sudah padat dikunjungi orang dari seluruh dunia. "Mereka tidak lagi tergiur kepada event-event yang viral, tapi mereka cari sendiri. Jadi empat kriteria itu: customized, personalized, experience, dan contribute to the environment," imbuhnya.

Menyikapi fenomena pariwisata regeneratif ini, Kemenpar mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk mulai berinovasi. Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun berbagai program wisata interaktif yang melibatkan wisatawan secara aktif.

Alih-alih hanya menjadi penonton, para wisatawan nantinya akan diajak langsung dalam aksi nyata penyelamatan lingkungan, seperti gerakan pembersihan pantai hingga penanaman mangrove. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan ekologi sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat lokal. (setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....