Berau Tunjukkan Potensi Wisata Kelas Dunia

  • 28 Jan 2026 09:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Tren pariwisata di Kalimantan Timur dinilai masih berkembang secara perlahan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disampaikan oleh dosen sekaligus peneliti bidang pariwisata, I Wayan Lanang Nala, yang menilai bahwa pusat pengembangan pariwisata nasional belum sepenuhnya merambah ke wilayah Benua Etam.

Menurutnya, episentrum pembangunan sektor pariwisata saat ini masih terfokus di Bali sebagai destinasi unggulan nasional. “Sebenarnya kalau di Kaltim kita masih agak lambat (perkembangan wisatanya), karena episentrum pariwisata nasional masih di Bali. Baik dari pemerintah masih lambat jalannya dalam mengembangkan lima kawasan lainnya,” ujarnya, pada Rabu, 28 Januari 2026.

Ia merinci lima kawasan yang menjadi prioritas pemerintah pusat, yakni Labuan Bajo, Likupang, Candi Borobudur, Danau Toba, dan Bali. Dalam peta besar pengembangan pariwisata nasional, Kalimantan Timur belum masuk dalam kawasan percepatan dan masih berada di luar fokus pembangunan yang saat ini banyak diarahkan ke Bali, Jawa, Sumatra, serta wilayah selatan Indonesia.

Meski demikian, Pak Lanang menilai Kalimantan Timur tetap memiliki komitmen kuat melalui visi pembangunan daerah. Ia mencontohkan langkah Pemerintah Kabupaten Berau yang menunjukkan keseriusan dalam mendorong sektor pariwisata, mulai dari keberpihakan anggaran hingga berbagai program strategis lainnya.

“Berau mampu membuktikan bahwa kami punya potensial untuk maju,” ucapnya. Ia menambahkan, daerah tersebut memiliki banyak destinasi alam yang layak menjadi sorotan wisatawan maupun pemerintah pusat.

Beberapa destinasi unggulan yang menjadi andalan Berau di antaranya Pulau Derawan, Biduk-biduk, hingga gugusan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Kekayaan alam ini dinilai dapat menjadi daya tarik besar apabila dikelola dan dipromosikan secara berkelanjutan.

Pegunungan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sendiri merupakan formasi pegunungan kapur yang mampu menyimpan air layaknya spons. Terletak di perbatasan Berau dan Kutai Timur, Pak Lanang menjelaskan bahwa kawasan ini memiliki rongga alami yang membuatnya dapat menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar. Simpanan air tersebut menjadi faktor penting yang membentuk pantai-pantai berpasir putih dan ekosistem pesisir yang menawan di wilayah Berau.

Dengan kekayaan alam yang dimiliki, Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat laju pariwisata. Namun, dukungan lintas sektor dan kebijakan yang lebih terarah masih menjadi kunci agar Kaltim dapat berdiri sejajar dengan kawasan destinasi prioritas nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....