Banyuwangi Kembali Jadi Rujukan Smart Village di Forum ASEAN Samrt City
- 20 Jul 2026 23:20 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Banyuwangi kembali menjadi rujukan pengembangan smart village di kawasan ASEAN. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal, dalam rangkaian The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026.
Banyuwangi menjadi lokasi pertemuan delegasi Indonesia dalam rangkaian The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026 yang berlangsung pada 20-21 Juli 2026. Forum yang dipusatkan di Filipina dan digelar secara daring itu diikuti kota-kota anggota dari berbagai negara ASEAN untuk berbagi praktik terbaik pengembangan kota cerdas berkelanjutan.
Safrizal menjelaskan, Banyuwangi bersama DKI Jakarta dan Makassar merupakan anggota paling awal ASEAN Smart Cities Network sejak forum tersebut dibentuk. Saat ini Indonesia memiliki enam daerah yang tergabung dalam ASCN, yakni Banyuwangi, DKI Jakarta, Makassar, Sumedang, Semarang, dan Denpasar, dengan karakter pengembangan smart city yang berbeda.
"Kalau yang ingin belajar tentang pengelolaan smart city di wilayah rural, kami persilakan ke Banyuwangi dan Sumedang sebagai best example. Jadi smart city itu bukan hanya milik kota-kota besar," ujar Safrizal, Senin 20 Juli 2026.
Menurut Safrizal, masing-masing anggota ASCN mewakili karakter pengembangan yang berbeda. Jakarta menjadi contoh kota metropolitan, Makassar dan Semarang mewakili kawasan urban, Denpasar berfokus pada kota pariwisata, sedangkan Banyuwangi dan Sumedang menjadi contoh penerapan smart village.
Dalam sidang tersebut, setiap daerah memaparkan inovasi unggulannya. Banyuwangi menampilkan program Smart Kampung, Jakarta mempresentasikan layanan publik digital terintegrasi, Makassar memperkenalkan inovasi pelayanan berbasis teknologi, Sumedang mengangkat digitalisasi desa, Semarang memaparkan strategi kota tangguh, sedangkan Denpasar mempromosikan penguatan pariwisata digital.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan penunjukan Banyuwangi sebagai lokasi pertemuan delegasi Indonesia merupakan amanah dari Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Banyuwangi mengembangkan konsep smart city sejak bergabung dalam ASEAN Smart Cities Network pada 2015.
"Bagi Banyuwangi, saat ini kami fokus pada pengentasan kemiskinan. Karena itu, pelayanan publik yang cepat dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat menjadi prioritas, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan," ujar Ipuk.
Ipuk menambahkan, penguatan pelayanan tersebut dilakukan melalui digitalisasi, penyediaan basis data yang akurat, serta pelibatan masyarakat agar program pemerintah dapat menjangkau lebih banyak warga dan memberikan manfaat yang nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....