Tak Hanya Haji, BSI Manado Perluas Pembiayaan Rumah dan Kendaraan
- 19 Jul 2026 19:23 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Sebagai salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Syariah Indonesia (BSI) kini aktif menyalurkan program pembiayaan strategis pemerintah, termasuk sektor perumahan subsidi dan pembiayaan kendaraan.
Area Consumer Financing Manager BSI Manado, Omar, menjelaskan bahwa keterlibatan BSI dalam pembiayaan rumah subsidi merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Langkah ini sekaligus menjadi alternatif pembiayaan bagi masyarakat di Sulawesi Utara, khususnya Manado.
Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, Omar menilai kepastian skema pembiayaan menjadi faktor krusial bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian maupun kendaraan impian.
"Kalau bicara untuk rumah subsidi, selain ada kepastian angsuran di tengah kondisi ekonomi yang lagi dalam ketidakpastian, BSI memberikan kepastian terkait angsuran," ujar Omar saat ditemui di agenda BSI Priority Exclusive Afternoon di kawasan CitraLand, Kairagi, Minggu, 19 Juli 2026.
Ia menambahkan, kemudahan akses pembiayaan ini diprioritaskan bagi nasabah yang menyalurkan investasinya atau sistem penggajian (payroll) melalui BSI. Selain sektor perumahan subsidi dan komersial eksklusif, lembaga perbankan syariah ini juga merambah pembiayaan kendaraan bermotor.
Menurut Omar, segmen nasabah payroll di BSI berkesempatan mendapatkan fitur program pembiayaan kepemilikan kendaraan hingga uang muka nol persen.
"Saat ini program kita itu sampai dengan 0 DP (down payment). Untuk segmen kita yang sudah payroll di BSI, pemberian fitur dengan program sampai dengan 0 DP," kata Umar menambahkan.
Kendati memiliki daya saing yang sejajar dengan bank BUMN lainnya, Omar mengakui bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk perbankan syariah masih menjadi tantangan utama yang harus dihadapi.
"PR (pekerjaan rumah) kita terkait dengan literasi sebenarnya. Literasi yang memang selalu kita masifkan," ujarnya.
Menurutnya, edukasi yang masif perlu terus berjalan karena ruang pertumbuhan perbankan syariah di daerah masih sangat terbuka lebar, asalkan pemahaman produk di tataran masyarakat umum bisa ditingkatkan.
"Masyarakat kita belum banyak yang tahu terkait dengan produk BSI. Nah, itu menjadi PR kita sebenarnya," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....