BPBD Petakan 4 Kecamatan Paling Rawan Kekeringan di Kabupaten Cirebon
- 18 Jul 2026 20:14 WIB
- Cirebon
RRI.co.id, Cirebon – BPBD Kabupaten Cirebon menetapkan Kecamatan Gempol, Klangenan, Sedong, dan Mundu sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan kekeringan tertinggi berdasarkan pemetaan tiga tahun terakhir. Pemerintah juga memperkirakan debit air di Setu Patok hanya mampu bertahan sekitar dua bulan apabila tidak terjadi hujan sehingga pemantauan sumber air dan distribusi air bersih terus diperkuat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, saat menjadi narasumber Dialog Cirebon Menyapa di RRI Cirebon pada Rabu, 15 Juli 2026. Ia menjelaskan pemetaan dilakukan berdasarkan kondisi sumber mata air serta ketersediaan sarana dan prasarana penyediaan air bersih di daerah yang selama ini rutin terdampak kekeringan.
Selain empat kecamatan tersebut, BPBD juga mencatat sejumlah desa yang memiliki risiko kekeringan sangat tinggi, di antaranya Desa Cupang di Kecamatan Gempol serta Desa Banjarwangunan, Mundu Mesigit, dan Pamengkang di Kecamatan Mundu. Kawasan-kawasan tersebut menjadi prioritas pemantauan karena diperkirakan mengalami dampak lebih besar apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
"Kalau berdasarkan pemetaan kita dalam tiga tahun terakhir, ada empat kecamatan yang kategorinya sangat tinggi dan berisiko, yaitu Kecamatan Gempol, Klangenan, Sedong, dan Kecamatan Mundu," ujar Syamsul.
BPBD juga memantau kondisi dua sumber air utama Kabupaten Cirebon, yakni Setu Patok dan Setu Sedong, karena menjadi penopang kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, debit air di Setu Patok terus mengalami penurunan dan diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua bulan apabila tidak turun hujan.
"Setu Patok terakhir kita lakukan pemantauan dan diperkirakan debit airnya kalau tidak ada hujan paling sekitar dua bulanan lagi. Untuk wilayah Sedong masih terbantu sumber mata air dari Sangkanurip sehingga tinggal memperkuat distribusi air bersihnya," kata Syamsul.
Selain memantau waduk dan mata air, BPBD juga melakukan pengecekan terhadap kondisi sumur milik warga yang mulai mengalami penurunan debit sejak awal Juli. Menurut Syamsul, rata-rata volume air sumur sudah berkurang sekitar seperempat hingga tiga perempat sehingga pemerintah akan terus mengawasi perkembangan kondisi tersebut sekaligus menyiapkan kebutuhan tandon maupun distribusi air bersih apabila diperlukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....