BPJS Ketenagakerjaan Latih Ahli Waris Bangun Usaha Mandiri
- 17 Jul 2026 19:44 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – BPJS Ketenagakerjaan menggelar pelatihan kewirausahaan bagi 100 ahli waris penerima manfaat program Jaminan Kematian (JKM) di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi, Jumat 17 Juli 2026. Program tersebut bertujuan membekali keluarga peserta yang meninggal dunia dengan keterampilan usaha agar tetap memiliki sumber penghasilan.
Pelatihan dibuka Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Peserta terdiri atas istri, suami, dan anak dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia saat bekerja.
| Baca juga: Jenazah PMI Asal Lumajang Tiba di Rumah Duka |
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi kewirausahaan, pembuatan produk makanan olahan, hingga pendampingan pengurusan sertifikasi halal. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang dirancang untuk membantu ahli waris membangun usaha secara mandiri.
"Kami ingin memastikan mereka tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan pendampingan agar mampu hidup lebih baik dan kembali produktif," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, Jumat 17 Juli 2026.
Saiful menjelaskan, Program PEKA dikembangkan melalui konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga akan didampingi dalam mengembangkan usaha, termasuk akses terhadap pendanaan dan pemasaran. BPJS Ketenagakerjaan menargetkan sekitar 10 persen peserta mampu berkembang menjadi pelaku usaha produktif.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut program tersebut melengkapi berbagai upaya pemberdayaan ekonomi yang telah dijalankan pemerintah daerah. Di antaranya melalui Program Warung Naik Kelas (Wenak), bantuan alat usaha Kanggo Riko, serta berbagai pelatihan kerja bagi masyarakat usia produktif.
"Program BPJS ini semakin melengkapi berbagai program yang kami buat. Semoga dengan program ini masyarakat Banyuwangi bisa semakin berdaya dan sejahtera," kata Ipuk Fiestiandani.
Salah seorang peserta, Suwantini, warga Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, mengaku pelatihan tersebut menjadi bekal untuk memulai usaha setelah kehilangan suami akibat kecelakaan kerja. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat membantunya memperoleh penghasilan demi memenuhi kebutuhan kedua anaknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....