Gotong Royong Dituding Pencitraan, Begini Respons Bupati Aceh Barat
- 17 Jul 2026 16:59 WIB
- Meulaboh
Poin Utama
- Bupati Aceh Barat Tarmizi merespons santai tuduhan bahwa program gotong royong massal hanya sebagai ajang pencitraan
- Kegiatan gotong royong membersihkan sampah di Pantai Kasih, Gampong Pasar Aceh, Kecamatan Johan Pahlawan dihadiri oleh para ASN, kader partai Demokrat, siswa sekolah, dan mahasiswa
RRI.CO.ID, Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P, MM menanggapi santai tudingan yang menyebut program gotong royong massal pemerintah daerah hanya sebagai ajang pencitraan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen menyelesaikan persoalan sampah dan lingkungan yang masih menjadi masalah di Aceh Barat.
Pernyataan itu disampaikan Tarmizi saat memimpin gotong royong membersihkan sampah di kawasan Pantai Kasih, Gampong Pasar Aceh Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Jumat 17 Juli 2026. Giat rutin ini dihadiri para ASN, Kader Parpol Demokrat, sekolah dan mahasiswa.
Di sela-sela mengangkat tumpukan sampah yang terbawa arus hingga memenuhi bibir pantai, Tarmizi mengaku prihatin melihat masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke sungai dan laut.
"Kalau yang kami lakukan ini disebut pencitraan, terus orang yang membuang sampah ke sungai hingga akhirnya menumpuk seperti ini kita sebut apa?" kata Tarmizi.

Ia juga menilai masih ada pihak-pihak yang tidak menyukai berbagai kegiatan pemerintah yang dipublikasikan melalui media massa maupun media sosial. Menurutnya, kritik tersebut tidak akan mengurangi semangat pemerintah untuk terus bekerja.
"Ada yang tidak senang kegiatan gotong royong dan program pemerintah terekspos media. Padahal yang kami lakukan adalah kerja nyata untuk menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan," ujarnya.
Tarmizi menegaskan persoalan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena itu, sejak awal masa kepemimpinannya, Pemkab Aceh Barat menggagas program gotong royong rutin setiap Jumat yang melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), mulai dari Kota Meulaboh hingga ke pelosok desa.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
"Kami ingin mengubah stigma bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Karena itu, ke depan kami akan terus melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah dan elemen masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, sebagian besar sampah yang menumpuk di Pantai Kasih merupakan sampah liar yang dibuang ke sungai dan akhirnya terbawa arus ke laut.
Pemerintah daerah, kata Tarmizi, tidak akan lelah membersihkan sampah sambil terus mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
"Kalaupun ada yang mengatakan ini pencitraan, bagi kami ini adalah ibadah dan olahraga. Kami akan terus bekerja sampai masyarakat sadar bahwa sampah bisa dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi, bukan dibuang begitu saja," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....