Kesadaran Kelola Sampah Dinilai Rendah, Aceh Barat Gencarkan Edukasi

  • 04 Jul 2026 10:44 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengakui tingkat kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah masih rendah dan memerlukan sosialisasi berkelanjutan.
  • Perubahan perilaku masyarakat membutuhkan edukasi terus-menerus, dukungan berbagai pihak, dan kemungkinan pertimbangan sanksi untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan.
  • Kegiatan gotong royong rutin fokus pada kawasan pantai dan objek wisata yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah liar, serta bagian dari persiapan Piala Dunia 2026.

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menilai tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah masih tergolong rendah sehingga diperlukan sosialisasi secara berkelanjutan untuk mencegah kebiasaan membuang sampah sembarangan. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, saat diwawancarai RRI di sela kegiatan gotong royong rutin ASN di Jalan Merdeka, Gampong Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Jumat pagi, 3 Juli 2026.

Kurdi mengatakan perubahan perilaku masyarakat tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan edukasi yang terus-menerus serta dukungan dari berbagai pihak. "Memang untuk masyarakat kita, kalau kita lihat titik sampah yang ada, masih perlu jangka waktu yang lebih sehingga tingkat kesadaran dalam penempatan sampah atau tidak buang sembarangan masih membutuhkan sosialisasi, kemudian percontohan-percontohan, mungkin saatnya juga mempertimbangkan sanksi-sanksi," ujarnya.

Menurut Kurdi, sosialisasi yang dilakukan secara konsisten akan mendorong tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Ia menilai edukasi yang berkelanjutan menjadi langkah penting untuk menciptakan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah secara bertahap.

Ia mencontohkan, pada lokasi gotong royong masih ditemukan timbunan sampah di sepanjang pagar yang diduga berasal dari aktivitas pedagang kaki lima. Kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dan lingkungan perkotaan.

Kurdi menjelaskan salah satu fokus gotong royong rutin adalah kawasan pantai dan objek wisata yang memiliki area cukup luas serta rawan menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Menurutnya, meskipun pemerintah telah menyediakan fasilitas tempat sampah, partisipasi masyarakat tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan kawasan tersebut.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, Kurdi menambahkan kegiatan gotong royong juga menjadi bagian dari persiapan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyambut kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 bersama ASN. Pemerintah berharap kawasan yang menjadi lokasi kegiatan dapat tertata lebih bersih, nyaman, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun para pengunjung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....