Pemerintah Siapkan Langkah Atasi Kepadatan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

  • 17 Jul 2026 02:38 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah mempercepat penanganan kepadatan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Sejumlah langkah strategis disepakati dalam pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu 15 Juli 2026.

Pemerintah menyiapkan berbagai solusi untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan. Langkah tersebut meliputi pembangunan dan optimalisasi dermaga, peningkatan kapasitas dermaga yang ada, pengoperasian kapal berukuran lebih besar, hingga pemanfaatan Pelabuhan Jangkar, Tanjungwangi, dan Celukan Bawang sebagai jalur alternatif saat periode puncak.

"Kepadatan kini tidak hanya terjadi saat musim libur, tetapi juga pada hari-hari biasa. Karena itu, kapasitas layanan harus segera ditingkatkan," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Dudy juga meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera mengoperasikan kapal dengan kapasitas lebih besar di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kendaraan dan penumpang yang diangkut dalam setiap pelayaran sehingga waktu tunggu di pelabuhan dapat berkurang.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat konektivitas transportasi nasional. Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar solusi yang diambil mampu menjawab persoalan kepadatan secara menyeluruh.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan siap menindaklanjuti arahan pemerintah melalui percepatan langkah operasional dan pengembangan infrastruktur. Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Perhubungan, KSOP, pemerintah daerah, kepolisian, Gapasdap, INFA, serta asosiasi angkutan logistik.

ASDP saat ini mengoptimalkan pola operasi kapal, memaksimalkan kapasitas armada, serta menyiapkan kantong parkir tambahan bagi kendaraan logistik agar antrean tidak meluas ke jalan nasional. Pengguna jasa juga didorong membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy untuk mengatur distribusi kedatangan kendaraan ke pelabuhan.

"Kami tidak hanya fokus pada penanganan operasional harian, tetapi juga mempercepat penyelesaian akar persoalan melalui penguatan kapasitas layanan dan kolaborasi lintas sektor," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo.

Sebagai solusi jangka panjang, ASDP akan meningkatkan kapasitas Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk melalui pembangunan bertahap tiga pasang movable bridge di Dermaga 1, 2, dan 3 berkapasitas 50 ton yang ditargetkan selesai pada 2029. Pengembangan tersebut juga mencakup pembangunan akses penghubung Ketapang-Bulusan untuk memperlancar arus kendaraan menuju pelabuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....