Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Kantor UPTD BKKBN Boleng

  • 16 Jul 2026 18:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Polres Manggarai Barat menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu 15 Juli 2026 sore.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang mengatakan, tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Manggarai Barat telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kebakaran.

“Untuk memastikan penyebab utama musibah ini, saya telah menginstruksikan Unit Inafis Satreskrim Polres Manggarai Barat turun ke lokasi melakukan olah TKP secara ilmiah. Berdasarkan laporan awal dan keterangan saksi, titik api pertama kali muncul dari atap bagian kiri sehingga ada dugaan dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Namun kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan tim Inafis,” kata AKBP Christian dalam keterangannya, Kamis 16 Juli 2026.

Selain melakukan penyelidikan, polisi juga memasang garis polisi di lokasi kebakaran untuk menjaga status quo selama proses penyelidikan berlangsung.

“Saat ini lokasi telah kami pasang garis polisi untuk menjaga kelancaran proses penyelidikan sekaligus mencegah adanya kerusakan lanjutan terhadap sisa material bangunan maupun dokumen yang kemungkinan masih bisa diselamatkan,” ujarnya.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.25 WITA di Kantor UPTD BKKBN Boleng yang berada di Kampung Gempar, Dusun Hento, Desa Golo Sepang, tepat di belakang Kantor Kecamatan Boleng.

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari bagian atap sebelah kiri pintu masuk kantor. Kondisi gerbang kantor yang terkunci setelah jam kerja menyulitkan warga melakukan pemadaman saat api masih kecil.

Personel Polsubsektor Boleng bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa tiba di lokasi sekitar pukul 17.40 WITA. Saat itu api telah membesar dan menjalar ke bagian dalam bangunan.

Petugas bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya karena tidak tersedia armada pemadam kebakaran di wilayah Kecamatan Boleng. Proses pemadaman juga terkendala minimnya alat pemadam api ringan (APAR) dan terbatasnya pasokan air.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sebagian besar atap, ruangan, dan sejumlah inventaris kantor hangus terbakar. Hingga kini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian bersama pemerintah daerah.

Selain itu, Kapolres juga menambahkan, penyidik juga akan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pegawai UPTD BKKBN Boleng, untuk melengkapi proses penyelidikan dan mengetahui penyebab pasti kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....