303 CPNS Formasi 2021 Teluk Bintuni Rampungkan Latsar, Bupati Tekankan Integritas
- 16 Jul 2026 16:41 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Sebanyak 303 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2021 Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) sebagai syarat wajib pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari jumlah tersebut, 296 peserta berhasil mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai.
Penutupan Latsar CPNS Formasi 2021 dilakukan secara resmi oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama sekitar tujuh bulan itu dilaksanakan melalui metode pembelajaran luring dan daring.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni, Sefnat Manikrowi, menjelaskan, dari 303 peserta yang terdaftar, hanya 296 orang yang menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan.
Ia merinci, satu peserta meninggal dunia, dua orang tidak mengikuti pembelajaran klasikal, dua orang tidak mengikuti seminar rancangan aktualisasi, dan dua peserta lainnya tidak mengikuti seminar aktualisasi.
"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BPSDM Papua Barat, Brigif 26/Gurana Piarawaimo, para widyaiswara, mentor, coach, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Latsar CPNS Formasi 2021," kata Sefnat.
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menegaskan bahwa Pelatihan Dasar CPNS merupakan tahapan wajib sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.
Menurutnya, Latsar menjadi bagian penting dalam membentuk ASN yang profesional, berintegritas, beretika, serta berorientasi pada pelayanan publik. Bupati juga mengingatkan seluruh CPNS agar menjadikan integritas, disiplin, loyalitas, profesionalisme, dan akuntabilitas sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
"Jadikan nilai-nilai integritas, disiplin, loyalitas, profesionalisme, dan akuntabilitas sebagai landasan utama dalam melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab sebagai Aparatur Sipil Negara," Kata Yohanis.
Ia juga meminta para CPNS memberikan pelayanan publik yang cepat, ramah, transparan, dan berkualitas, sekaligus menjaga etika serta membangun budaya kerja yang kolaboratif. Selain itu, Bupati menyoroti fenomena sejumlah ASN di Kabupaten Teluk Bintuni yang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi hingga aksi pemalangan kantor pemerintahan.
"Sebagai Aparatur Sipil Negara, penyampaian aspirasi harus tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, mekanisme yang berlaku secara berjenjang, serta mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat," ujarnya.
Ia juga mengimbau para CPNS agar bersabar dalam menjalani proses administrasi kepegawaian dan tetap menunjukkan dedikasi serta kinerja terbaik sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada BPSDM Papua Barat, Brigif 26/Gurana Piarawaimo, para widyaiswara, mentor, coach, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Latsar.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan Kabupaten Teluk Bintuni yang bersih, efektif, akuntabel, transparan, dan melayani sesuai visi pembangunan daerah.
Salah satu peserta, Salomina Kemon, mengaku bersyukur telah menyelesaikan seluruh rangkaian Latsar setelah mengabdi selama 16 tahun di Sekretariat Daerah Kabupaten Teluk Bintuni.
"Terima kasih kepada panitia, mentor, dan seluruh pihak yang telah membimbing kami selama mengikuti Latsar. Harapan kami, pelaksanaan tahapan CPNS berikutnya bisa lebih cepat sehingga peserta tidak perlu menunggu terlalu lama," ungkapnya.
Harapan serupa disampaikan peserta lainnya, Fauziah Fimbay. Ia berharap proses seleksi CPNS hingga pelaksanaan Latsar ke depan dapat dipercepat agar peserta tidak kehilangan banyak waktu menunggu tahapan berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....