Ancaman Nyata Kelestarian Durian Sanggau, Perlu Perlindungan Bersama

  • 15 Jul 2026 13:45 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Kelestarian durian lokal di Kabupaten Sanggau menghadapi ancaman yang semakin nyata akibat alih fungsi lahan, penebangan pohon induk, serta berkurangnya minat masyarakat dalam menjaga pohon durian lokal. Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam keberlanjutan plasma nutfah durian khas Kalimantan apabila tidak segera mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Ketua Yayasan Perhutanan Sosial Bumi Khatulistiwa Kalimantan Barat, Sulaiman, mengatakan pohon durian lokal memiliki nilai ekonomi serta berperan menjaga keseimbangan ekosistem hutan sebagai warisan hayati. Menurutnya, pelestarian durian lokal memerlukan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan kelompok tani agar tetap lestari.

"Ancaman terhadap durian lokal di Sanggau sudah semakin nyata, banyak pohon induk yang hilang akibat pembukaan lahan, padahal pohon-pohon tersebut merupakan sumber plasma nutfah yang sangat berharga. Jika tidak segera dilindungi, kita akan kehilangan kekayaan genetik yang tidak bisa digantikan," kata Sulaiman dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Rabu 15 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pelestarian durian tidak cukup hanya dengan menanam bibit baru, tetapi juga menjaga pohon-pohon induk yang telah berumur puluhan bahkan ratusan tahun. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi durian lokal perlu terus dilakukan agar kesadaran terhadap nilai ekologis dan ekonomi tanaman tersebut semakin meningkat.

"Pelestarian durian harus dimulai dari perlindungan habitatnya. Masyarakat perlu didorong untuk mempertahankan pohon durian lokal di lahan mereka, sementara pemerintah dapat memperkuat kebijakan konservasi serta memberikan pendampingan kepada petani agar pengelolaan durian dilakukan secara berkelanjutan," ungkapnya.

Menurut Sulaiman, pengembangan kawasan perhutanan sosial juga dapat menjadi solusi untuk menjaga keberadaan durian lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan, masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus mengorbankan kelestarian sumber daya alam yang menjadi identitas daerah.

Sulaiman berharap seluruh pemangku kepentingan menjadikan pelestarian durian lokal sebagai gerakan bersama. Dengan langkah perlindungan yang dilakukan sejak sekarang, kekayaan durian khas Sanggau diyakini tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang sekaligus menjadi potensi unggulan daerah yang bernilai ekonomi, lingkungan, dan budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....