BMKG Ingatkan Waspada Kekeringan Meteorologis Melanda Wilayah NTT Tahun Ini

  • 15 Jul 2026 10:19 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi kekeringan meteorologis di wilayah NTT pada musim kemarau 2026 yang dipicu oleh penurunan curah hujan signifikan dan fenomena El Nino.
  • Indeks El Nino telah mencapai sekitar positif 1,47 (mendekati kategori kuat) hingga pertengahan Juli 2026, mempengaruhi pola curah hujan di Indonesia termasuk NTT.
  • Dampak kekeringan meteorologis mencakup berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya sektor pertanian, meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan, serta menurunnya kualitas lingkungan.
  • BMKG mengimbau masyarakat menghemat air bersih, menjaga sanitasi lingkungan, menghindari pembakaran lahan, dan menjaga kesehatan dengan mengurangi paparan sinar matahari langsung selama musim kemarau.

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluarkan peringatan dini potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah NTT pada musim kemarau 2026. Kepala Stasiun Klimatologi NTT, Rahmattulloh Adji, kepada RRI, Rabu, 15 Juli 2026, mengatakan kondisi tersebut dipicu oleh penurunan curah hujan yang signifikan dan diperkuat oleh fenomena El Nino yang terus berkembang.

Rahmattulloh menjelaskan, kekeringan meteorologis merupakan kondisi berkurangnya curah hujan dalam periode tertentu yang dapat memicu berbagai dampak. Dampak tersebut antara lain berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya sektor pertanian, meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan, serta menurunnya kualitas lingkungan.

Menurutnya, BMKG telah mengingatkan sejak awal tahun mengenai potensi El Nino yang memengaruhi pola curah hujan di Indonesia, termasuk NTT. Hingga pertengahan Juli 2026, indeks El Nino telah mencapai sekitar positif 1,47 atau mendekati kategori kuat, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang lebih panjang.

Ia menegaskan, tidak seluruh wilayah NTT mengalami tingkat kekeringan yang sama karena karakteristik iklim setiap daerah berbeda. Namun, daerah-daerah yang selama ini dikenal memiliki kondisi lebih kering perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan berkurangnya curah hujan dan keterbatasan sumber air.

BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih, menjaga sanitasi lingkungan, serta menghindari aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan menjaga kesehatan selama musim kemarau dengan mengurangi paparan sinar matahari secara langsung, menggunakan masker saat berkendara di wilayah berdebu, serta mengikuti informasi cuaca dan iklim yang diterbitkan BMKG sebagai acuan dalam beraktivitas.

BMKG berharap pemerintah daerah bersama masyarakat dapat memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yang dipengaruhi El Nino. Upaya tersebut dinilai penting untuk meminimalkan dampak terhadap ketersediaan air, sektor pertanian, kesehatan masyarakat, dan keselamatan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....