Gen Z Meets Boomers: Seni Menjaga Profesionalisme dan Kolaborasi Lintas Generasi

  • 15 Jul 2026 01:49 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Dunia profesional saat ini semakin dinamis dengan hadirnya kolaborasi lintas generasi. Namun, pertemuan antara Gen Z yang dikenal serba cepat dengan generasi senior yang menjunjung tinggi prosedur, sering kali memunculkan tantangan komunikasi. Dalam perbincangan di program Jaga Malam Pro 2 RRI Jember pada Senin, 13 Juli 2026, Naura Salma Taqiyya dan Moh. Alfin Rizki Hidayatullah, dua anggota Network Management AIESEC Universitas Jember, berbagi pengalaman nyata tentang bagaimana mereka bertahan dan sukses membangun relasi di dunia profesional.

Naura mengungkapkan dalam wawancaranya bahwa stereotip mengenai Gen Z yang terlalu santai dan generasi senior yang kaku memang kerap ditemui sebagai gambaran umum. Namun, ia menegaskan bahwa generasi senior memiliki keunggulan dalam bekerja berdasarkan prosedur atau pakem yang terbukti berhasil. Di sisi lain, Alfin menambahkan bahwa perbedaan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dipadukan. Menurut Alfin, generasi senior membawa ketelitian dan pertimbangan risiko yang matang karena pengalaman panjang, sementara Gen Z membawa semangat inovasi dan keberanian mencoba pendekatan baru.

Dalam menjalankan tugas sebagai representasi AIESEC, baik Naura maupun Alfin sering berhadapan dengan stakeholder dari instansi pemerintah hingga pihak universitas. Naura menceritakan pengalamannya harus melakukan audiensi hingga empat kali demi memastikan kesamaan persepsi. Baginya, komunikasi efektif bukan soal siapa yang benar atau salah, tetapi tentang bagaimana kita menyesuaikan cara berkomunikasi agar pesan diterima dengan baik oleh lawan bicara.

Hal senada disampaikan oleh Alfin, yang belajar dari pengalaman berharga saat ia sempat ditegur oleh mitra karena cara pendekatan yang dianggap tidak sesuai prosedur. Kejadian tersebut menyadarkannya bahwa market research sebelum menjalin kerja sama adalah langkah wajib. Ia kini memahami bahwa meskipun Gen Z terbiasa dengan komunikasi singkat via WhatsApp, generasi senior sering kali lebih nyaman dengan penjelasan yang detail dan formal agar konteksnya jelas.

Naura dan Alfin menekankan bahwa Gen Z memiliki keunggulan kompetitif berupa kemampuan adaptasi yang cepat terhadap teknologi. Pemanfaatan alat kolaborasi digital dan efisiensi waktu menjadi nilai plus yang sangat berharga bagi organisasi. Namun, bagi keduanya, keterampilan teknis tersebut tetap harus diimbangi dengan etika profesional, teknik pitching yang baik, serta sikap rendah hati untuk terus belajar.

Sebagai penutup perbincangan, Naura dan Alfin berpesan kepada sesama generasi muda bahwa perbedaan usia bukanlah penghalang. Membangun komunikasi yang baik dimulai dari saling memahami, datang dengan persiapan yang matang, serta mendengarkan lebih banyak daripada sekadar berbicara. Bagi mereka, ketika etika komunikasi dijaga dan sikap adaptif dikedepankan, perbedaan generasi bukan lagi menjadi batas, melainkan kekuatan untuk saling bertumbuh dalam kolaborasi jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....