Badan Geologi: Belum Ada Tanda Pasokan Magma Baru di Gunung Lewotobi Laki-laki
- 14 Jul 2026 15:27 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan belum terdapat indikasi peningkatan pasokan magma baru di Gunung Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil pemantauan deformasi gunung api selama periode 1–7 Juli 2026.
Laporan evaluasi Badan Geologi menunjukkan instrumen Tiltmeter Wolorona (WLR2) mencatat perubahan pola deformasi yang mengarah pada proses deflasi atau pengosongan kantung magma dangkal. Kondisi tersebut terjadi seiring aktivitas erupsi yang masih berlangsung secara berulang.
"Dari pola deformasi yang terekam, terjadi proses deflasi atau pengosongan reservoir magma dangkal akibat aktivitas erupsi yang berlangsung terus-menerus," demikian keterangan dalam laporan resmi Badan Geologi.
Hasil pemantauan itu diperkuat oleh data stasiun Global Navigation Satellite System (GNSS) di CFLT dan GNRB. Kedua stasiun tidak menunjukkan adanya pemanjangan baseline maupun pengangkatan permukaan tanah (uplift) yang umumnya menjadi indikator adanya suplai magma baru dari kedalaman.
Selain itu, aktivitas gempa vulkanik dalam (VA) juga masih tergolong rendah. Badan Geologi mencatat hanya terjadi sekitar nol hingga dua kejadian gempa vulkanik dalam per hari selama periode pemantauan.
Berdasarkan keseluruhan data tersebut, para ahli vulkanologi menilai rangkaian erupsi yang masih terjadi merupakan proses pelepasan tekanan sisa pada kantung magma dangkal melalui jalur erupsi yang telah terbentuk. Hingga saat ini belum ditemukan indikasi intrusi magma baru dalam jumlah signifikan dari kedalaman.
Meski demikian, Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi yang berlaku selama status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III atau Siaga. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan pemerintah daerah terkait perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....