Keutamaan Memahami Al Quran dalam Kehidupan

  • 13 Jul 2026 21:21 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Banyak masyarakat meyakini setiap penghafal Al Quran secara otomatis akan memakaikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya di akhirat. Namun, di balik keutamaan tersebut terdapat tanggung jawab besar, yakni menjaga serta mengamalkan ayat-ayat Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Julaiha, Pengurus Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf dan Maryam College Kubu Raya, dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Senin 13 Juli 2026 mengatakan, pemahaman itu perlu diluruskan agar semangat menghafal Al Quran tidak berhenti pada pencapaian jumlah hafalan semata. Menurutnya, seorang penghafal Al Quran juga dituntut menjaga perilaku dan menghidupkan nilai-nilai Al Quran dalam setiap aktivitasnya.

"Selama ini kita sering menyampaikan bahwa penghafal Al Quran akan memberikan mahkota kepada kedua orang tuanya. Namun, jika hanya menghafal sementara perilakunya tidak mencerminkan Al Quran, maka itu belum menjadi tujuan yang sebenarnya," ungkap Julaiha.

Pemahaman tersebut, jelasnya, selalu disampaikan kepada para santri agar mereka tidak hanya terpacu menyelesaikan target hafalan. Ia menilai keberhasilan seorang penghafal Al Quran justru terlihat ketika nilai-nilai yang dipelajari tercermin dalam akhlak dan kesehariannya.

"Kami selalu mengingatkan bahwa satu ayat yang dijaga dan diamalkan jauh lebih bermakna daripada sekadar mengejar banyak hafalan tanpa diwujudkan dalam perilaku. Dengan begitu, perjuangan menghafal menjadi ibadah yang utuh dan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain," katanya.

Ia mengatakan, pesan tersebut juga menjadi motivasi bagi para santri ketika mulai merasa jenuh dalam menghafal. Selain mengingat pengorbanan orang tua dan guru, mereka diajak memahami bahwa tujuan menghafal Al Quran bukan sekadar memperoleh predikat hafiz, melainkan membentuk pribadi yang lebih baik.

Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai keutamaan penghafal Al Quran dapat memotivasi masyarakat untuk tidak hanya mengejar target hafalan, tetapi juga membangun akhlak yang selaras dengan ajaran Al Quran. Dengan demikian, kecintaan terhadap Al Quran tidak berhenti pada lisan, melainkan tercermin dalam sikap dan tindakan yang membawa manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

"Jangan berhenti hanya karena merasa hafalan belum banyak, tetapi teruslah menjaga hubungan dengan Al Quran sedikit demi sedikit. Semoga semakin banyak generasi muda yang menghafal Al Quran dengan niat menjaga dan mengamalkannya sehingga dapat menjadi kebanggaan bagi orang tua di dunia maupun akhirat," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....