Al Quran, Petunjuk Hidup Sepanjang Hayat
- 13 Jul 2026 21:16 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Menjadi penghafal Al Quran kerap dipandang sebatas kemampuan menuntaskan hafalan 30 juz. Padahal, nilai sesungguhnya terletak pada sejauh mana ayat-ayat Al Quran mampu membentuk karakter, membimbing perilaku, dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Julaiha, Pengurus Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf dan Maryam College mengatakan, masih banyak masyarakat yang memahami hafalan Al Quran hanya sebagai capaian akademik keagamaan. Menurutnya, proses menghafal sejatinya merupakan ikhtiar untuk menjaga ayat-ayat Allah agar tetap hidup melalui amal dan akhlak yang baik.
| Baca juga: Ramadhan, Bulan Turunnya Al-Qur’an |
"Ketika saya belajar Al Quran kembali, saya memahami bahwa hafalan bukan tujuan akhirnya. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana ayat-ayat itu hidup dalam keseharian kita melalui sikap, ucapan, dan perbuatan," ujar Julaiha dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Senin 13 Juli 2026.
Pemahaman tersebut juga menjadi bekal utama saat mendampingi para santri yang tengah berjuang menghafal Al Quran. Ia menilai rasa bosan, jenuh, hingga keinginan menyerah merupakan bagian dari proses yang hampir dialami setiap penghafal, sehingga diperlukan motivasi yang tepat agar semangat tetap terjaga.
"Kami selalu mengingatkan santri tentang perjuangan orang tua dan guru yang telah mendukung mereka hingga bisa belajar di pondok. Ketika mereka mengingat pengorbanan itu, semangat untuk menjaga hafalan biasanya tumbuh kembali," katanya.
Diakuinya, setiap orang memiliki kemampuan menghafal yang berbeda sehingga tidak perlu membandingkan proses diri dengan orang lain. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga hubungan dengan Al Quran, baik melalui membaca, menghafal, memahami arti, maupun mengamalkan kandungannya secara bertahap.
"Siapa pun bisa memulai perjalanan bersama Al Quran tanpa harus menunggu menjadi sempurna. Mulailah dari satu ayat, pahami maknanya, lalu jadikan ayat itu sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan," tuturnya.
Julaiha berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, memandang Al Quran bukan hanya sebagai hafalan yang harus diselesaikan, tetapi sebagai petunjuk hidup yang terus dijaga sepanjang hayat. Dengan demikian, semangat mencintai Al Quran diharapkan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....