Jaga Psikologis,SD Insan Amanah Buat Gerakan Keluarga Mengantar Anak Sekolah

  • 13 Jul 2026 16:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – SD Insan Amanah Kota Malang mengembangkan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah menjadi Gerakan Keluarga Mengantar Anak ke Sekolah (GEMAS) pada hari pertama masuk sekolah. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kondisi psikologis siswa yang sudah tidak lagi memiliki sosok ayah.

Kepala SMP Insan Amanah Kota Malang yang sebelumnya memimpin SD Insan Amanah , Dr. Suhardini Nurhayati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan perubahan istilah tersebut didasarkan pada kondisi nyata para siswa.

"Di Insan Amanah ada lebih dari 60 anak yang sudah tidak bersama ayahnya, baik karena meninggal dunia maupun perpisahan orangtuanya. Kami khawatir jika hanya menyebut ayah, justru akan melukai mental anak-anak tersebut," ujarnya dalam program Halo RRI, Senin 13 Juli 2026.

Menurut Dini, siapapun anggota keluarga diperbolehkan mengantar anak ke sekolah, mulai dari ayah, ibu, kakek, nenek, hingga paman atau bibi. Pada hari pertama sekolah, pihak sekolah juga memberikan kesempatan kepada keluarga untuk mengantar anak hingga ke ruang kelas.

Ia mengungkapkan suasana hari pertama sekolah berlangsung hangat. Banyak orang tua datang mengenakan seragam dinas, mulai dari ASN, anggota TNI, Polri, hingga profesi lainnya. Bahkan, sebagian orang tua menyempatkan diri mendampingi anak sebelum berangkat bekerja.

"Hari ini luar biasa. Anak-anak diantar oleh ayah, ibu, nenek, kakek, bahkan budenya. Orang tua kami persilakan masuk sampai ke kelas agar anak-anak merasa lebih nyaman di hari pertama sekolah," katanya.

Suhardini menilai kehadiran keluarga saat mengantar anak ke sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momen penting dalam membangun rasa aman dan percaya diri anak. Menurutnya rumah adalah madrasah pertama dan terbaik, sedangkan orang tua adalah guru pertama bagi anak.

"Gerakan mengantar anak ke sekolah sebaiknya tidak berhenti hari ini saja, tetapi bisa menjadi kebiasaan yang terus dilakukan karena itu menjadi amunisi yang sangat kuat bagi mental anak. Semoga semangat mendampingi anak di hari pertama sekolah dapat terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk dukungan keluarga terhadap tumbuh kembang anak," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....