GAMAS, Bupati Aceh Barat Dampingi Dua Anak Yatim ke Sekolah
- 13 Jul 2026 13:27 WIB
- Meulaboh
Poin Utama
- Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM mengantarkan dua anak yatim ke SD Negeri 2 Meulaboh pada hari pertama sekolah 13 Juli 2026 dalam Gerakan GAMAS sebagai bentuk kepedulian sosial.
- Kedua anak yatim tersebut adalah anak-anak dari seorang nelayan yang meninggal sekitar tiga bulan lalu, dengan satu anak naik ke kelas dua dan satu anak lainnya naik ke kelas empat.
- Bupati Tarmizi menekankan bahwa perhatian dan kehadiran orang tua saat mengantar anak ke sekolah dapat memberikan rasa aman, kebahagiaan, dan semangat bagi anak dalam mengikuti proses belajar sejak hari pertama.
RRI.CO.ID, Meulaboh - Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM mengantarkan dua anak yatim ke SD Negeri 2 Meulaboh, Senin, 13 Juli 2026, dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yang telah kehilangan ayah agar tetap merasakan perhatian dan semangat saat memulai tahun ajaran baru.
Tarmizi mengatakan gagasan mengantarkan anak yatim muncul setelah dirinya membayangkan perasaan anak-anak yang tidak lagi memiliki orang tua, terutama pada hari pertama sekolah. Menurutnya, momen tersebut menjadi pengalaman emosional bagi anak-anak ketika melihat teman-teman lain datang bersama ayah atau ibunya.
"Pasti mereka sedih sekali ketika melihat anak-anak lain diantar oleh orang tuanya ke sekolah, kebetulan di tempat tinggal saya sekarang di Desa Suak Indrapuri ada seorang nelayan yang meninggal sekitar tiga bulan lalu dan meninggalkan tiga orang anak," kata Tarmizi.
Ia menjelaskan, dari tiga anak yang ditinggalkan almarhum nelayan tersebut, dua di antaranya bersekolah di SD Negeri 2 Meulaboh. Pada tahun ajaran baru ini, satu anak naik ke kelas dua, sementara satu anak lainnya naik ke kelas empat.
"Keduanya hari ini diantar ke sekolah, mereka sangat sedih tadi teringat sama ayahnya, tadi saya juga menjadi pembina upacara dan memberikan motivasi kepada anak-anak di sini sekaligus mengecek kondisi sekolahnya," ujarnya.
Tarmizi menegaskan anak-anak membutuhkan perhatian dan dukungan dalam menjalani pendidikan, termasuk melalui kehadiran orang tua saat mengantar ke sekolah. Menurutnya, perhatian sederhana tersebut dapat memberikan rasa aman, kebahagiaan, dan semangat bagi anak untuk mengikuti proses belajar sejak hari pertama sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....