Terbuka terhadap Kritik, Kunci Meningkatkan Kualitas Diri
- 13 Jul 2026 10:43 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kemampuan dalam menerima kritik dan saran dapat dijadikan sebagai modal berharga untuk terus memperbaiki serta meningkatkan kualitas diri. Sikap tersebut, membuat seseorang menjadi lebih kuat dan tidak cepat berpuas diri, sehingga setiap koreksi yang ada, dijadikannya sebagai motivasi.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kembayan, Kantor Kemenag Sanggau, Bambang mengatakan, setiap masukan yang diterima jangan selalu dipandang dari sisi yang negatif. Setiap orang, dikatakan, harus menerimanya dengan pikiran terbuka, agar setiap koreksi yang diberikan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk dapat melangkah ke arah yang lebih baik.
"Orang yang maju sebagai pemenang adalah orang yang tidak pernah selesai dari koreksi-koreksi. Orang yang hebat itu, tidak pernah selesai dari omongan orang lain," kata Bambang dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Senin 13 Juni 2026.
Menurut Bambang, salahsatu hal yang jadi penghambat seseorang untuk meningkatkan kemampuan adalah terlalu mudah cepat berpuas diri dengan pencapaian yang sudah diraih. Situasi ini kemudian membuatnya tidak mau melakukan evaluasi, sehingga berbagai kesempatan untuk lebih mengembangkan potensi menjadi semakin berkurang.
"Kalau kita selalu merasa terus dipuji, disanjung, dan berada di zona nyaman, maka kita tidak akan pernah berkembang. Jadikan kata-kata cacian serta koreksi orang lain terhadap diri kita sebagai koreksi untuk kita menjadi lebih baik dan maju lebih jauh," ujarnya.
Ia menyampaikan, bagi sebagian besar orang, menerima kritik dan penilaian dari orang lain, bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, sebagai manusia biasa, Bambang menuturkan, itu adalah hal yang wajar, namun tidak seharusnya dijadikan sebagai alasan menghentikan usaha untuk terus memperbaiki diri.
"Secara manusiawi, mungkin kita merasa down dengan omongan orang lain terhadap kita. Jangan langsung ambil kesimpulan bahwa kita tidak disenangi, ubahlah pola pikir kita dari sesuatu yang disalahkan menjadi sebuah motivasi," ujar Bambang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....