Unika Ruteng Utus 200 Mahasiswa Ikuti KKN GENTASKIN 2026

  • 13 Jul 2026 08:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai - Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng mengirim 200 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif) 2026. Jumlah tersebut menjadikan Unika St. Paulus Ruteng sebagai perguruan tinggi pengirim mahasiswa terbanyak kedua di antara seluruh perguruan tinggi peserta KKN GENTASKIN di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah XV.

Program ini berlangsung selama hampir dua bulan, mulai 10 Juli hingga 29 Agustus 2026, termasuk satu minggu masa persiapan. Program GENTASKIN merupakan inisiatif kolaboratif yang digagas untuk mempercepat penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur.

Ketua Umum Panitia KKN Tematik 2026 sekaligus Wakil Rektor I Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh peserta akan menjalankan pengabdian di empat kabupaten. Sebanyak 64 mahasiswa ditempatkan di Kabupaten Manggarai Timur, 59 mahasiswa di Kabupaten Flores Timur, 40 mahasiswa di Kabupaten Nagekeo, dan 37 mahasiswa di Kabupaten Ngada.

"Jumlah peserta dari Unika Santu Paulus Ruteng mencapai 200 mahasiswa. Ini merupakan jumlah terbanyak kedua dari seluruh perguruan tinggi pengirim di wilayah LLDIKTI XV. Kami melihat partisipasi ini sebagai bentuk komitmen nyata universitas untuk ikut menjawab persoalan pembangunan di Nusa Tenggara Timur" kata Dr. Marsel.

Ia menilai KKN GENTASKIN tidak hanya menjadi program pengabdian mahasiswa, tetapi juga wadah kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan strategis pembangunan.

Menurutnya, stunting dan kemiskinan ekstrem merupakan tantangan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi. Karena itu, KKN GENTASKIN menghadirkan ruang kerja bersama yang mengintegrasikan sumber daya akademik, pemerintah, dan masyarakat.

"KKN GENTASKIN menjadi wadah untuk berkolaborasi secara konkret dengan perguruan tinggi lain, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam memecahkan persoalan bersama, terutama stunting dan kemiskinan ekstrem," katanya.

Selain memperkuat kolaborasi, program tersebut juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan itu, Unika Santu Paulus Ruteng mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi persoalan pembangunan daerah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlibatan Unika dalam KKN GENTASKIN juga mendukung agenda nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Sementara, di sisi lain, program tersebut berkontribusi terhadap peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 2, IKU 7, dan IKU 17 yang berkaitan dengan pengalaman belajar di luar kampus, kolaborasi dengan mitra, dan penguatan kemitraan strategis.

Baginya, keberhasilan sebuah universitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusinya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program KKN GENTASKIN juga membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi sivitas akademika.

Para dosen dapat mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif bersama mahasiswa, baik dari Unika Santu Paulus Ruteng maupun dari perguruan tinggi lain yang tergabung dalam program tersebut.

Sementara itu, mahasiswa memperoleh kesempatan menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung melalui pendekatan multidisiplin. Setiap kelompok KKN terdiri atas mahasiswa dari berbagai bidang ilmu sehingga mereka dapat merancang solusi yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan masyarakat.

"Mahasiswa tidak bekerja sendiri-sendiri. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu sehingga mampu mengintegrasikan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh," jelas Dr. Marsel.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan memperkaya kompetensi mahasiswa sekaligus membentuk kemampuan bekerja dalam tim lintas disiplin dan lintas institusi.

Di balik pengiriman 200 mahasiswa, tersimpan harapan besar agar KKN GENTASKIN mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Ia berharap program ini terus berkembang sebagai model pengabdian kolaboratif yang efektif dalam menjawab persoalan pembangunan.

"Kami berharap KKN semakin berdampak, terutama dalam membantu memecahkan persoalan aktual yang dihadapi masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya stunting dan kemiskinan ekstrem. Melalui kolaborasi multidisiplin, lintas sektoral, dan lintas perguruan tinggi, kami optimistis solusi yang dihasilkan akan semakin komprehensif dan integratif," tuturnya.

Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat sekaligus menghadirkan perubahan. Melalui semangat kolaborasi, Unika St. Paulus Ruteng ingin memastikan setiap langkah pengabdian memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....