Penikaman Heopuat Tewaskan Satu Orang, Pelaku Ditangkap Cepat Polisi

  • 13 Jul 2026 08:09 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Seorang pria meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka berat dalam peristiwa penikaman yang terjadi di Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat 10 Juli 2026 siang. Peristiwa berdarah itu diduga dipicu perselisihan terkait dugaan kasus pemukulan yang sebelumnya terjadi di Pasar Wairkoja.

Berdasarkan informasi kepolisian, kejadian berlangsung sekitar pukul 13.00 WITA saat dua korban berinisial GH (27) dan F (26) bersama beberapa rekannya mendatangi Desa Heopuat. Mereka bermaksud mencari seorang pria berinisial TK (36), yang diduga terlibat dalam insiden pemukulan terhadap F.

Setibanya di lokasi, rombongan korban bertemu dengan TK untuk meminta penjelasan mengenai peristiwa sebelumnya. Adu argumentasi yang terjadi kemudian berkembang menjadi keributan hingga diduga berujung pada penggunaan senjata tajam.

Dalam insiden tersebut, TK diduga menusukkan pisau ke arah kedua korban. F mengalami luka tusuk pada dada sebelah kiri, sedangkan GH mengalami luka tusuk pada bagian punggung sehingga keduanya segera dievakuasi warga untuk mendapatkan pertolongan medis.

Meski sempat mendapat penanganan, GH dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Sementara itu, F masih menjalani perawatan intensif di RS TC Hillers Maumere karena mengalami luka berat.

Peristiwa itu menggegerkan warga Desa Heopuat yang berdatangan ke lokasi setelah mengetahui adanya korban penikaman. Aparat kepolisian kemudian melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk kepentingan penyidikan.

Laporan resmi mengenai kejadian tersebut diterima SPKT Polsek Kewapante pada Jumat malam sekitar pukul 21.16 WITA. Laporan dibuat oleh seorang perempuan berinisial AW, sementara salah seorang saksi yang telah dimintai keterangan ialah ALR (62), seorang petani yang berdomisili di Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Polres Sikka bergerak melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil melacak keberadaan TK dan mengamankannya tanpa perlawanan untuk menjalani pemeriksaan di Mapolres Sikka.

Hingga kini penyidik masih mendalami kronologi secara menyeluruh, termasuk menguji keterangan para saksi dengan alat bukti yang telah dikumpulkan. Polisi juga menelusuri keterkaitan antara dugaan penganiayaan di Pasar Wairkoja dengan bentrokan yang kemudian terjadi di Desa Heopuat.

Proses penyidikan masih terus berlangsung dengan melengkapi alat bukti dan pemeriksaan tambahan terhadap para saksi, termasuk menunggu perkembangan kondisi korban yang masih dirawat. Kepolisian menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah hingga seluruh fakta hukum terungkap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....