KKN Gentaskin Libatkan Ribuan Mahasiswa di Seratus Desa NTT
- 10 Jul 2026 16:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi melepas 2.319 mahasiswa peserta KKN Tematik Mahasiswa Berdampak Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis, 9 Juli 2026. Program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui LLDIKTI Wilayah XV ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan desa di NTT.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa berbagai persoalan pembangunan di NTT, mulai dari tingginya angka stunting hingga kemiskinan ekstrem, tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Menurutnya, perguruan tinggi harus meninggalkan paradigma sebagai "menara gading" dan hadir langsung di tengah masyarakat dengan menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.
Ia berharap kehadiran ribuan mahasiswa di desa-desa mampu memetakan persoalan secara ilmiah sekaligus menghasilkan solusi yang berdampak nyata, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik dan pembangunan desa. "Kehadiran adik-adik mahasiswa di desa-desa nantinya kita harapkan agar seluruh masalah di NTT ini bisa didekati secara lebih saintifik ilmiah dan juga bisa kita carikan solusi berbasis saintifik ilmiah," katanya.
Melalui KKN Tematik GENTASKIN Batch 2, sebanyak 2.319 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi diterjunkan ke 100 desa yang tersebar di 13 kabupaten di NTT. Selama masa pengabdian yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026, para mahasiswa akan bekerja dalam tim lintas disiplin untuk mendukung penanganan stunting secara menyeluruh.
Pengabdian yang dilaksanakan mulai dari aspek kesehatan, penyediaan air bersih, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, penguatan literasi masyarakat, hingga digitalisasi data pertumbuhan balita serta pendampingan Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Fauzan, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Ia mendorong para mahasiswa menjadi problem solver yang membawa manfaat bagi daerah sekaligus menjaga nama baik perguruan tinggi masing-masing. Wamen Fauzan juga mengajak seluruh perguruan tinggi di NTT memperkuat kolaborasi melalui konsorsium untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempercepat pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka, menambahkan bahwa program ini melibatkan 100 dosen pembimbing lapangan dan diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam mewujudkan desa-desa di NTT yang lebih sehat, kuat, dan inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....