Pemkab Manggarai Barat Gandeng Unika St. Paulus Susun Bahan Ajar Mulok Manggarai

  • 03 Jun 2026 12:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) menggandeng lima doktor dari Universitas Katolik (Unika) St. Paulus Ruteng untuk melakukan analisis kebutuhan dan penyusunan bahan ajar Muatan Lokal (Mulok) Budaya Manggarai bagi jenjang SD hingga SMP.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam forum Focus Group Discussion (FGD) di Aula Dinas PKO Manggarai Barat, Labuan Bajo, Selasa 2 Juni 2026 dan turut dihadiri Rektor Unika St. Paulus Ruteng, RD. Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic.

FGD dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung pihak Unika St. Paulus Ruteng dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis budaya lokal di daerah tersebut.

“Saya sangat senang, ini sudah yang kedua kalinya saya bertemu dengan Pak Rektor untuk kegiatan seperti ini. Beliau hadir sendiri. Kita berikan apresiasi dan penghargaan karena beliau mau hadir di tengah kesibukan luar biasa mengurus ribuan mahasiswa,” kata Yulianus.

Menurutnya, kehadiran lima doktor sekaligus dalam forum tersebut menunjukkan komitmen kuat dunia akademik untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya lokal.

Selain Rektor Unika St. Paulus Ruteng, para akademisi yang terlibat dalam kegiatan ini adalah RD. Dr. Ino Sutam, Dr. M. Mantovanny Tapung, S.Fil., M.Pd., RD. Dr. Yohanes Mariano Dangku, S.Fil., M.Pd., dan Dr. Ferdia Sulaiman.

“Lima orang doktor datang sekaligus ke Manggarai Barat untuk membahas materi tentang Mulok Budaya Manggarai. Ini kesempatan yang sungguh luar biasa,” ujarnya.

Dirinya menilai, peserta yang hadir dalam FGD tersebut belum sepenuhnya mewakili seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pengembangan muatan lokal. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.

Lebih lanjut, Yulianus mengusulkan agar kepala sekolah, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya turut dilibatkan dalam forum lanjutan guna memperkaya substansi bahan ajar yang sedang disusun.

“FGD ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam merumuskan bahan ajar yang kontekstual, relevan, dan berakar pada budaya lokal. Jika memungkinkan, kita cari waktu lagi untuk menggelar kegiatan yang sama dengan skala peserta yang lebih luas,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa, keterlibatan para doktor dari Unika St. Paulus Ruteng menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat identitas budaya daerah melalui kurikulum muatan lokal.

Sementara itu, Rektor Unika St. Paulus Ruteng, RD. Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic., dalam sambutannya menekankan pentingnya muatan lokal sebagai bagian dari upaya dekolonialisasi pendidikan. Menurutnya, pendidikan perlu memberi ruang yang lebih besar bagi nilai-nilai, pengetahuan, dan kearifan lokal agar peserta didik tetap mengenal serta menghargai identitas budayanya di tengah perkembangan zaman.

FGD ini menjadi salah satu tahapan awal dalam penyusunan bahan ajar Mulok Budaya Manggarai yang diharapkan dapat diterapkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Manggarai Barat sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....