Smart Water City Tugu Tirta Tuai Apresiasi, Sejumlah Daerah Siap Adopsi
- 08 Jul 2026 17:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Inovasi Smart Water City milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang mendapat apresiasi dalam forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan. Sejumlah pemerintah daerah dan perusahaan daerah air minum menyatakan siap mengadopsi sistem digital yang dikembangkan Kota Malang tersebut.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, mengungkapkan antusiasme berbagai daerah muncul setelah inovasi tersebut dipresentasikan dalam forum APEKSI.
"Beberapa daerah langsung menyampaikan keinginan untuk mengadopsi sistem kami. Boyolali menghubungi, kemudian Manado, Palembang, Padang, Solok, hingga Payakumbuh sudah menyatakan kerja sama menggunakan sistem yang kami terapkan," kata Priyo. Pernyataan itu disampaikan dalam program Halo RRI Jumat, 8 Juli 2026.
Menurutnya, Smart Water City menjadi salah satu inovasi digital yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan air minum karena seluruh jaringan dapat dipantau dari pusat kendali tanpa harus mengirim banyak petugas ke lapangan.
"Ini mungkin yang pertama di Indonesia. Dengan keterbatasan SDM dan adanya efisiensi, kami membangun sistem sehingga seluruh jaringan dapat dipantau secara digital," ujarnya.
Inovasi Smart Water City mencakup pemantauan sejak air baku diambil dari sumber, proses pengolahan, penyimpanan di reservoir, distribusi jaringan, hingga air diterima pelanggan. Mulai dari air baku, reservoir, distribusi sampai meter pelanggan semuanya masuk dalam satu sistem. Apabila ada gangguan, pihak Tugu Tirta dapat langsung mengetahui dari ruang kendali tanpa harus datang ke lokasi. Sistem tersebut juga mampu memonitor kualitas air, mendeteksi kebocoran, hingga mengawasi proses penanganan gangguan secara menyeluruh.
"Setiap laporan pelanggan akan terekam secara digital, mulai waktu laporan diterima, respons petugas, proses perbaikan hingga pekerjaan dinyatakan selesai," imbuhnya.
Priyo menilai ketertarikan daerah lain juga membawa dampak ekonomi bagi Kota Malang. Delegasi yang datang untuk mempelajari sistem tersebut diperkirakan akan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, hingga usaha oleh-oleh.
Ia menjelaskan, proses berbagi inovasi lebih efektif dilakukan dengan kunjungan langsung ke Kota Malang agar daerah lain dapat melihat implementasi sistem secara nyata.
"Bukan saya yang keliling ke daerah. Justru mereka yang datang ke Kota Malang untuk belajar. Ini juga menjadi pendapatan bagi Kota Malang karena mereka menginap di hotel, menikmati kuliner, dan membeli oleh-oleh," ungkap Priyo antusias.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....