Penanganan Stunting Harus Menyeluruh, Bupati: Jangan Andalkan Pemerintah Saja
- 07 Jul 2026 21:18 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menegaskan percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari dunia usaha, lembaga sosial hingga masyarakat, harus terlibat aktif untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Bulungan, Syarwani, saat menerima audiensi Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Rapat Inspektorat Bulungan, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, seluruh program kementerian, termasuk BKKBN, harus berjalan searah dengan RPJMD Kabupaten Bulungan yang menitikberatkan pada pembangunan hijau berkelanjutan dan peningkatan kualitas SDM.
Syarwani menegaskan, Pemkab Bulungan terus memperkuat upaya pembangunan keluarga dan percepatan penurunan prevalensi stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia menilai persoalan stunting merupakan isu strategis yang tidak akan selesai jika hanya mengandalkan peran pemerintah daerah.
"Sesuai tagline Bulungan BISA, yaitu Berdaulat, Inklusif, Sinergi, dan Adaptif, kita harus membuka ruang seluas-luasnya untuk bekerja sama. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri," tegasnya.
Ia menjelaskan, strategi penanganan dilakukan secara seimbang melalui intervensi di sektor hulu dan hilir. Dari sisi pencegahan, Pemkab Bulungan menggandeng Kementerian Agama untuk memberikan edukasi kepada calon pengantin melalui Kantor Urusan Agama (KUA).
Langkah tersebut bertujuan menekan lahirnya kasus stunting baru dengan meningkatkan kesiapan pasangan sebelum membangun keluarga, sekaligus mengantisipasi dampak pernikahan usia dini, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, pembinaan generasi muda juga terus diperkuat melalui program Duta Genre yang dilaksanakan setiap tahun oleh DP3AP2KB Bulungan dengan melibatkan perwakilan dari seluruh kecamatan.
"Program ini diarahkan untuk membangun generasi yang sehat, terencana, dan siap menjadi orang tua di masa depan," ungkap bupati.
Di sisi hilir, Syarwani mengakui masih terdapat tantangan dalam penyediaan infrastruktur dasar, terutama akses air bersih dan sanitasi.
| Baca juga: Bulungan Raih UHC Award Madya 2026 |
Saat ini layanan Perumda Air Minum baru menjangkau lima dari sepuluh kecamatan di Kabupaten Bulungan.
Karena itu, pemerintah daerah terus memperluas cakupan pelayanan secara bertahap melalui dukungan program Pamsimas bersama Kementerian PUPR.
Tak hanya fokus pada aspek kesehatan fisik, Bupati juga mengingatkan pentingnya peran orang tua, terutama sosok ayah, dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan gawai menjadi kunci untuk menjaga karakter, etika, dan kualitas generasi penerus.
"Anak-anak membutuhkan pendampingan yang kuat dari keluarga. Penggunaan gawai harus diawasi agar tidak berdampak buruk terhadap pola pikir, perilaku, dan masa depan mereka," pungkasnya. (rln)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....