Dinkes Kota Malang Catat 97 Kasus Baru HIV hingga Mei 2026, LSL Masih Mendominasi

  • 07 Jul 2026 18:56 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sebanyak 97 kasus baru Orang dengan HIV (ODHIV) selama periode Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 35 persen berasal dari kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL), yang masih menjadi populasi kunci dengan temuan kasus terbanyak.

Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif mengatakan, fokus utama pemerintah bukan hanya melihat jumlah kasus, tetapi memutus rantai penularan dengan menemukan kasus baru sedini mungkin. Menurutnya, semakin cepat seseorang terdeteksi mengidap HIV, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan untuk menekan risiko penularan.

«"Kita berusaha memutus rantai penularan. Salah satunya bagaimana kita bisa menemukan lebih banyak kasus HIV baru di populasi kunci. Di Kota Malang, sebagian besar memang berasal dari kelompok LSL," kata Husnul, Selasa (7/7/2026).

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinkes Kota Malang telah menyediakan 16 layanan kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit, yang melayani pemeriksaan HIV, pengobatan, hingga perawatan bagi ODHIV. Husnul menjelaskan, terapi antiretroviral (ARV) harus dijalani seumur hidup agar jumlah virus dalam tubuh dapat ditekan.

Selain kelompok LSL, Dinkes juga melakukan skrining pada populasi kunci lainnya, seperti ibu hamil, wanita pekerja seks, pengguna jarum suntik bergantian, dan waria. Hingga Mei 2026, dari 97 kasus baru yang ditemukan, 78 persen merupakan laki-laki dan 22 persen perempuan.

«"Prinsipnya bukan sedikit atau banyaknya kasus, tetapi ketika ada kasus berarti ada sumber penularan yang harus kita temukan. Dengan begitu, rantai penularan bisa diputus," ujarnya.»

Husnul menambahkan, Dinkes terus menggencarkan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) di seluruh puskesmas agar masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko bersedia memeriksakan diri. Di sisi lain, ODHIV yang telah terdeteksi juga terus didampingi agar rutin mengonsumsi ARV, menjalani kontrol berkala, menerapkan perilaku hidup sehat, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan, keluarga, pendamping, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....