Kuliah Tamu UMM Maumere Perkuat Karakter Mahasiswa Muhammadiyah
- 07 Jul 2026 16:40 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Universitas Muhammadiyah Maumere menegaskan penguatan karakter mahasiswa sebagai agenda strategis di tengah derasnya arus globalisasi, revolusi digital, dan perubahan sosial yang berlangsung cepat. Komitmen itu diwujudkan melalui kuliah tamu bertajuk Strategi Penguatan Pendidikan Karakter Mahasiswa Muhammadiyah yang digelar di Aula Lantai III kampus tersebut, Senin 6 Juli 2026.
Kegiatan akademik ini diikuti ratusan peserta dari unsur pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, hingga rombongan Pondok Pesantren Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah Makassar. Forum ini menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika untuk menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi penting dalam membentuk lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh dalam nilai keislaman.
Kuliah tamu menghadirkan Pakar Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Amira Mawardi, S.Ag., M.Si., sebagai narasumber utama. Hadir pula Deputi Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere Drs. Daniel Fernandes, M.Si., Wakil Rektor III Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Kemahasiswaan Abdul Kholiq, S.E., M.M., para dosen, tenaga kependidikan, dan unsur akademik lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, serta sambutan Deputi Rektor. Setelah itu, forum memasuki sesi inti berupa pemaparan materi tentang strategi penguatan pendidikan karakter di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Dalam paparannya, Dr. Amira menegaskan pendidikan karakter bukan sekadar membentuk perilaku baik, melainkan ikhtiar membangun manusia seutuhnya. Menurut dia, mahasiswa Muhammadiyah harus dipersiapkan menjadi insan yang berakidah lurus, beribadah benar, berakhlak mulia, cerdas, peduli sosial, mandiri, dan memiliki komitmen terhadap dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Ia menjelaskan, pendidikan karakter di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diarahkan untuk melahirkan kader umat sekaligus kader bangsa. “Pendidikan karakter Muhammadiyah berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan semangat dakwah amar ma’ruf nahi munkar,” kata Dr. Amira di hadapan peserta kuliah tamu.
Menurut Dr. Amira, mahasiswa Muhammadiyah sedikitnya harus memiliki sembilan karakter utama, mulai dari tauhid yang kokoh, disiplin, akhlak mulia, semangat dakwah, jiwa kepemimpinan, hingga kepedulian sosial. Ia menambahkan, nilai-nilai itu tidak cukup diajarkan di ruang kuliah, tetapi harus dihidupkan dalam budaya kampus melalui organisasi mahasiswa, kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, dan keteladanan dosen.
Ia juga mengingatkan tantangan generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibanding masa sebelumnya, mulai dari derasnya pengaruh budaya global hingga penyalahgunaan media sosial. Selain itu, ancaman radikalisme, intoleransi, narkoba, pergaulan bebas, individualisme, dan rendahnya budaya literasi dinilai dapat menggerus identitas generasi muda jika tidak diimbangi penguatan karakter.
Karena itu, mahasiswa didorong memperkuat keimanan melalui ibadah yang konsisten, aktif mengikuti kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta membangun budaya membaca dan diskusi ilmiah. Penguatan karakter juga dinilai perlu dibarengi integritas akademik, kejujuran, disiplin, kepemimpinan, dan kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara cerdas, produktif, serta bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....