SMAS Bhaktyarsa Maumere Terima 300 Siswa Baru
- 17 Jun 2026 18:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Bhaktyarsa Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menerima lebih dari 300 pendaftar untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Penerimaan peserta didik baru dilakukan tanpa menerapkan persyaratan khusus bagi calon siswa.
Kepala SMAS Bhaktyarsa Maumere, Suster Marcelina Lidi, mengatakan sekolah menargetkan delapan rombongan belajar terisi penuh. Setiap kelas dirancang menampung maksimal 36 siswa sesuai ketentuan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Menurutnya, kapasitas ruang belajar masih memadai karena sejak tiga tahun terakhir sekolah menggunakan kursi kuliah sebagai pengganti meja belajar. Sistem tersebut dinilai lebih efisien dalam pemanfaatan ruang kelas.
“Hingga saat ini jumlah pendaftar sudah mencapai lebih dari 300 orang,” kata Suster Marcelina saat ditemui di Maumere, Senin 15 Juni 2026. Tingginya minat masyarakat membuat sekolah kembali menghadapi tantangan keterbatasan daya tampung.
Pada tahun ajaran sebelumnya, jumlah siswa baru mencapai kapasitas maksimal sekolah. Bahkan sekitar 60 calon siswa tidak dapat diterima meski telah dilakukan penambahan ruang belajar dan optimalisasi fasilitas.
Keterbatasan juga terjadi pada fasilitas asrama, khususnya asrama putri yang hanya mampu menampung sekitar 180 penghuni untuk jenjang SMP dan SMA. Kondisi tersebut mendorong Yayasan Santu Gabriel menggandeng pihak swasta asal Sikka, Ense da Cunha Solapung, untuk membangun asrama putra baru pada tahun 2026.
Selain pembangunan asrama, sekolah juga sedang merencanakan pembangunan ruang kelas bertingkat di area tengah kompleks pendidikan. Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah peserta didik tanpa menerapkan sistem pembelajaran bergilir atau shift.
Suster Marcelina menjelaskan sistem shift tidak dipilih karena dianggap kurang efektif dalam mendukung pembelajaran mendalam sesuai kurikulum nasional. Sekolah lebih mengutamakan kualitas proses belajar dibanding sekadar menambah jumlah siswa demi memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Mayoritas pendaftar berasal dari luar Kabupaten Sikka dan sekolah juga membuka kesempatan bagi siswa pindahan di kelas XI maupun XII. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk memberikan akses pendidikan bagi berbagai latar belakang peserta didik.
Sebagai sekolah di bawah naungan Yayasan Santu Gabriel, SMAS Bhaktyarsa telah menerapkan sistem pendidikan berbasis Satuan Kredit Semester (SKS) sejak 2016. Program itu memungkinkan siswa menyelesaikan pendidikan lebih cepat sesuai capaian akademik masing-masing.
Sekolah juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, layanan inklusi, pembinaan karakter, pendampingan karya ilmiah, hingga program pertukaran pelajar jaringan sekolah Karya Misi SSpS Asia Pasifik. Pada tahun ajaran baru, sekolah berencana memperkuat pembelajaran bilingual Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang didukung peningkatan kompetensi guru.
Saat ini SMAS Bhaktyarsa Maumere memiliki sekitar 50 tenaga pendidik, termasuk 12 guru berstatus ASN. Suster Marcelina menilai tantangan terbesar bukan pada jumlah siswa, melainkan menjaga konsistensi kualitas layanan pendidikan di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....