Pokdarwis Kayutangan Minta PKL Ditertibkan Demi Kenyamanan Wisatawan

  • 03 Jul 2026 14:31 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Ketua Pokdarwis Kampung Heritage Kayutangan, Mila Kurniawati, meminta penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar kawasan Kayutangan Heritage. Menurutnya, keberadaan PKL di koridor utama mulai mengganggu kenyamanan wisatawan dan merusak wajah kawasan heritage.

Hal itu disampaikan Mila dalam program Halo RRI, Jumat, 3 Juli 2026, menanggapi keluhan masyarakat yang disampaikan melalui siaran langsung TikTok RRI Malang mengenai maraknya PKL di sepanjang trotoar Kayutangan Heritage.

Menurut Mila, keluhan tidak hanya datang dari wisatawan, tetapi juga dari warga Kampung Heritage Kayutangan yang selama ini berupaya menjaga ketertiban kawasan.

"Keluhan itu juga masuk ke kami, baik dari warga maupun pengunjung. Pengunjung mulai merasa agak risih karena koridor terlihat kumuh dan berjalan juga menjadi susah karena kanan-kiri dipenuhi PKL,"ujarnya.

Ia menegaskan sebagian besar pedagang yang berjualan di trotoar bukan merupakan warga Kampung Heritage Kayutangan. Bahkan, jumlah warga setempat yang berdagang di kawasan tersebut sangat sedikit karena mereka memilih mematuhi aturan yang berlaku.

"Kalau dihitung mungkin hanya sekitar lima orang yang warga sini. Selebihnya berasal dari luar, bahkan kemungkinan dari luar Kota Malang. Warga kami justru memilih patuh terhadap aturan," kata Mila.

Selain mengganggu akses pejalan kaki, keberadaan PKL juga dinilai menimbulkan persoalan kebersihan. Mila mengungkapkan masih ditemukan pedagang maupun pengunjung yang membuang sampah sembarangan sehingga menurunkan kualitas kawasan wisata heritage.

Karena itu, Pokdarwis berharap pemerintah melakukan penegakan aturan secara konsisten agar fungsi trotoar kembali kepada pejalan kaki.

"Kalau memang aturannya tidak memperbolehkan berjualan di atas trotoar, ya sebaiknya memang harus ditertibkan. Tujuannya agar warga dan pengunjung sama-sama merasa nyaman menikmati kawasan Kayutangan," tegasnya.

Menurut Mila, ketertiban koridor Kayutangan menjadi bagian penting dalam menjaga daya tarik destinasi wisata heritage Kota Malang. Wisatawan diharapkan dapat menikmati suasana kawasan dengan nyaman mulai dari titik parkir hingga memasuki Kampung Heritage Kayutangan tanpa terhalang aktivitas perdagangan yang melanggar aturan.

Penataan kawasan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar citra Kampung Heritage Kayutangan sebagai destinasi wisata unggulan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjalankan usaha sesuai ketentuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....