Nilai Tukar Petani Kalimantan Timur Turun 4,51 Persen pada Juni 2026
- 03 Jul 2026 12:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2026 mengalami penurunan sebesar 4,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi pada seluruh subsektor pertanian dan menunjukkan adanya tekanan terhadap kesejahteraan petani di daerah.
Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai, menyebutkan NTP Kalimantan Timur pada Juni 2026 berada di angka 143,88 poin. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar 150,68 poin.
"Penurunan NTP dipengaruhi oleh turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 3,88 persen. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani justru mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Mas'ud Rifai.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima petani dari hasil produksi mengalami penurunan, sementara biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan usaha pertanian cenderung meningkat. Situasi ini berdampak pada menurunnya daya beli petani.
Mas'ud menjelaskan, seluruh subsektor pertanian di Kalimantan Timur mengalami penurunan NTP pada Juni 2026. Penurunan paling tajam terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang turun sebesar 6,46 persen, dari 211,89 poin pada Mei menjadi 198,19 poin pada Juni 2026.
"Seluruh subsektor mengalami penurunan nilai tukar petani, dengan penurunan tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat," ujar Mas'ud Rifai dalam rilis BPS Kalimantan Timur, pada Rabu 1 Juli 2026.
Selain NTP, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Kalimantan Timur mengalami penurunan sebesar 4,93 persen secara bulanan. Pada Juni 2026, NTUP tercatat sebesar 149,27 poin, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan NTUP terjadi seiring melemahnya indeks harga yang diterima petani yang tercatat sebesar 184,76 poin atau turun 3,88 persen. Sementara biaya produksi dan penambahan barang modal yang harus ditanggung petani masih menunjukkan tren peningkatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....