Terapi USEFT Warnai Peringatan Bhayangkara di Polres Sikka

  • 03 Jul 2026 13:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Polres Sikka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan cara berbeda melalui layanan terapi Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kegiatan ini digelar Bagian SDM Polres Sikka pada Rabu 1 Juli 2026 di Ruang Kabag SDM Polres Sikka.

Program tersebut dihadirkan sebagai upaya menjaga kesehatan mental personel di tengah tuntutan tugas yang semakin kompleks. Polres Sikka menilai ketangguhan mental dan kestabilan emosi menjadi modal penting dalam mendukung pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Pelaksanaan terapi dipimpin Ketua Tim AKP Susanto, S.E., didampingi IPDA Rusyudi Mangge, S.Psi., yang juga bertindak sebagai praktisi dan terapis USEFT, bersama AIPDA Herry Ariawan. Sebanyak tiga ASN Polres Sikka mengikuti terapi secara intensif dalam suasana tenang dan tertutup.

Sebelum sesi inti dimulai, peserta terlebih dahulu mendapat penjelasan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari profesionalisme aparatur negara. Tim terapis menekankan bahwa tekanan pekerjaan, persoalan keluarga, lingkungan sosial, hingga dinamika kehidupan sehari-hari dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang.

Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan tersebut berisiko memicu stres, kecemasan, hingga menurunnya motivasi kerja. Dampaknya, kualitas pelayanan kepada masyarakat juga bisa ikut terganggu.

Melalui metode USEFT, peserta diperkenalkan pada teknik pengelolaan emosi yang memadukan pendekatan psikologis, relaksasi, afirmasi positif, dan stimulasi titik energi tubuh. Teknik ini bertujuan membantu peserta mengenali, melepaskan, lalu mengganti energi negatif dengan energi positif agar tercipta keseimbangan pikiran, tubuh, dan jiwa.

Saat sesi terapi dimulai, suasana ruangan berubah hening ketika peserta diminta duduk rileks, memejamkan mata, dan memegang titik sore spot sambil melakukan gerakan memutar searah jarum jam. Dalam kondisi tersebut, peserta mengikuti afirmasi yang dipandu terapis sebagai bagian dari proses pelepasan emosi negatif yang tersimpan di alam bawah sadar.

Tahap berikutnya adalah teknik tapping pada 17 titik energi tubuh sambil mengucapkan afirmasi, “Saya niatkan untuk membuang semua emosi negatif ini.” Kalimat itu menjadi simbol pelepasan berbagai beban emosional, mulai dari rasa cemas, marah, takut, sedih, hingga kekecewaan terhadap diri sendiri.

Setelah pelepasan emosi negatif, terapi dilanjutkan dengan sesi charging untuk menanamkan energi positif seperti ketenangan, rasa syukur, optimisme, dan semangat pengabdian. Peserta juga mendapat latihan relaksasi pernapasan, looking and feeling, hingga eye rolling untuk membantu sinkronisasi fungsi otak, pikiran, dan respons emosional.

Di akhir kegiatan, salah seorang peserta mengaku merasakan perubahan yang signifikan setelah menjalani terapi, mulai dari pikiran yang lebih jernih, tubuh lebih rileks, hingga muncul semangat baru dalam bekerja. Secara umum, seluruh peserta menyampaikan terapi USEFT memberi dampak positif bagi kesehatan mental mereka, dan Polres Sikka berharap layanan serupa dapat menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia yang sehat, adaptif, dan siap melayani masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....