Luna Maya Letakkan Batu Pertama TK Watugong Permanen
- 02 Jul 2026 13:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Penantian panjang selama 32 tahun akhirnya mulai terjawab bagi TK Sinar Watugong di Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Sekolah yang selama ini menjalankan kegiatan belajar di bangunan berdinding bambu dan beratap bocor itu resmi memulai pembangunan gedung permanen, Rabu 1 Juli 2026.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Luna Maya melalui dukungan Yayasan Luna Maya Nawa Sena. Proyek tersebut dikerjakan Johan Paul Konstruksi dengan masa pekerjaan 120 hari kalender, terhitung sejak 1 Juli hingga 28 Oktober 2026.
Selama lebih dari tiga dekade, proses belajar mengajar di TK Sinar Watugong berlangsung dalam keterbatasan sarana. Saat hujan turun, atap ruang kelas kerap bocor sehingga kegiatan belajar anak-anak terganggu dan membuat kebutuhan akan gedung permanen semakin mendesak.
Kepala TK Sinar Watugong, Maria Bonefacia, mengatakan bantuan pembangunan itu menjadi titik balik bagi sekolah yang bertahan puluhan tahun dengan fasilitas seadanya. Ia menyebut para guru tetap mengajar dengan penuh pengabdian meski harus berada di ruang belajar yang jauh dari kata layak.
Maria menuturkan sekolah tidak pernah menuntut bangunan mewah, melainkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Menurut dia, kebutuhan utama saat ini adalah kelas yang tidak kehujanan dan tidak kepanasan agar murid dapat belajar dengan tenang.
Luna Maya mengaku tersentuh setelah melihat langsung kondisi sekolah yang sebelumnya hanya ia dengar dari cerita. Ia mengatakan pengalamannya bersekolah di desa kecil di Bali membuatnya memahami bahwa kesempatan belajar jauh lebih penting daripada kemegahan fasilitas.
Di hadapan warga Watugong, Luna Maya mengungkapkan pembangunan sekolah itu juga menjadi bagian dari amanah mendiang tantenya, Ineke Erawati, yang meninggal dunia dua pekan lalu di Amerika Serikat. Sebelum wafat, sang tante meminta agar sebagian hartanya disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan, termasuk untuk membantu pembangunan sekolah di Maumere.
Luna Maya juga mengajak para orang tua untuk terus terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka. Menurut dia, proses belajar tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dimulai dari rumah melalui perhatian, pendampingan, dan dukungan keluarga.
Ketua Yayasan Sanpukat, Romo Yulius Heribertus, S.Fil., M.Th., atau Romo Okto, mengatakan perjuangan menghadirkan gedung permanen bagi TK Sinar Watugong berlangsung cukup panjang. Sekolah itu sempat menumpang di SD Katolik Brai dan kemudian berpindah ke rumah kepala sekolah sebelum akhirnya yayasan memperoleh sebidang tanah serta dukungan dana untuk memulai pembangunan.
Jika pekerjaan rampung sesuai jadwal pada akhir Oktober 2026, puluhan anak di TK Sinar Watugong akan segera menempati ruang belajar permanen pada tahun ajaran berikutnya. Momen itu akan menandai berakhirnya penantian panjang masyarakat Watugong untuk menghadirkan sekolah yang lebih aman, layak, dan memberi harapan baru bagi pendidikan anak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....