Insinerator Mulai Beroperasi, DLH Samarinda Transformasi Pengelolaan Sampah

  • 02 Jul 2026 07:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat transformasi pengelolaan persampahan melalui berbagai program strategis sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Langkah tersebut ditandai dengan peresmian operasional insinerator dan peluncuran Tempat Pembuangan Sampah (TPS) terpilah dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 di kawasan Kampung Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan salah satu langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah adalah mengoperasikan insinerator sebagai alternatif pengurangan residu sampah. Menurutnya, pengoperasian fasilitas tersebut dilakukan dengan tetap mengacu pada ketentuan teknis serta prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Suwarso menjelaskan saat ini terdapat 10 unit insinerator yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Samarinda. Seluruh fasilitas tersebut telah mulai beroperasi setelah melalui berbagai tahapan uji coba operasional, pengujian teknis, serta pemantauan kualitas udara di sejumlah titik lokasi.

"Sejak seminggu terakhir, seluruh insinerator di Kota Samarinda telah beroperasi setelah melalui berbagai pengujian teknis serta pemantauan kualitas udara di sejumlah titik," kata Suwarso pada Selasa 30 Juni 2026.

Selain pengoperasian insinerator, Pemerintah Kota Samarinda juga meluncurkan empat TPS terpilah sebagai proyek percontohan dalam transformasi sistem pengelolaan persampahan. Keempat lokasi tersebut berada di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Kelurahan Cempaka Timur, Kelurahan Karang Anyar, serta Perumahan Daksa di Kelurahan Lok Bahu.

Menurut Suwarso, keberadaan TPS terpilah menjadi tonggak perubahan paradigma pengelolaan sampah di Kota Samarinda. Sistem pengelolaan yang sebelumnya berorientasi pada pola kumpul-angkut-buang kini diarahkan menuju pemilahan sampah sejak dari sumber atau rumah tangga.

Suwarso menambahkan, perubahan sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir. Selain itu, pendekatan tersebut juga membuka peluang pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

"Transformasi ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, kami berharap pengelolaan sampah di Kota Samarinda menjadi lebih efektif, modern, dan berkelanjutan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....