Kolaborasi dengan LPK, SMKN 1 Tanjung Cetak Alumni Siap Magang ke Jepang

  • 01 Jul 2026 06:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara-Peluang kerja di Jepang kini semakin terbuka bagi lulusan SMKN 1 Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Melalui Bursa Kerja Khusus (BKK), sekolah tersebut memulai program pelatihan bahasa dan budaya Jepang sebagai langkah strategis menyiapkan alumni agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Program yang digelar bekerja sama dengan LPK Karya Jaya Abadi itu resmi dimulai pada Kamis 25 Juni 2026. Sebanyak 11 alumni menjadi peserta angkatan pertama dan akan menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan sebelum mengikuti proses penempatan kerja maupun magang di berbagai perusahaan Jepang.

Kepala SMKN 1 Tanjung, Muh. Syarifudin A. Rahman, mengatakan seluruh kegiatan dipusatkan di laboratorium bahasa sekolah sehingga peserta tidak perlu mengikuti pelatihan di luar daerah.

Menurutnya, pelatihan berlangsung enam hari dalam sepekan, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa Jepang, tetapi juga pengenalan budaya kerja, etika, serta kesiapan menghadapi proses seleksi perusahaan.

"Ini merupakan hari pertama pelaksanaan pelatihan bagi alumni yang akan mengikuti program magang ke Jepang. Kami melaksanakannya secara mandiri dengan menggandeng LPK Karya Jaya Abadi sehingga seluruh proses pembinaan dipusatkan di sekolah," ujarnya.

Syarifudin menjelaskan, kerja sama tersebut memberikan berbagai kemudahan bagi peserta. Salah satunya adalah efisiensi biaya pelatihan hingga proses administrasi keberangkatan yang hanya dibebankan sekitar Rp3 juta.

Selain mengikuti pembelajaran bahasa, peserta juga diberi kesempatan menjalani wawancara kerja dengan perusahaan-perusahaan Jepang selama masa pelatihan.

"Jadi mereka tidak harus menunggu pelatihan selesai. Selama memenuhi syarat, peserta bisa langsung mengikuti interview dengan perusahaan dari Jepang," katanya.

Ia menilai pola tersebut dapat mempercepat proses penempatan kerja sekaligus meningkatkan peluang alumni memperoleh kontrak kerja lebih awal.

Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri internasional. Melalui pembinaan yang terstruktur, lulusan SMK diharapkan tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja global.

Syarifudin optimistis angkatan pertama akan menjadi contoh bagi lulusan berikutnya sehingga semakin banyak alumni SMKN 1 Tanjung yang memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.

"Harapan kami peserta pertama ini menjadi pilot project dan membuktikan bahwa lulusan SMKN 1 Tanjung memiliki daya saing untuk bekerja di tingkat internasional," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....