PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman di Bontang

  • 30 Jun 2026 20:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Bontang - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Bontang dipastikan bukan disebabkan oleh kekurangan daya pembangkit di daerah. Gangguan justru berasal dari sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan yang menghubungkan sejumlah wilayah dalam satu jaringan.

Penjelasan tersebut diperoleh Pemerintah Kota Bontang setelah Wali Kota Neni Moerniaeni menerima perwakilan PLN UP3 Bontang untuk membahas penyebab pemadaman yang terjadi selama sepekan terakhir.

Menurut Neni, berdasarkan penjelasan PLN, sistem kelistrikan Bontang saat ini menjadi bagian dari jaringan interkoneksi regional sehingga gangguan pada salah satu titik akan berdampak terhadap daerah lain yang berada dalam jaringan yang sama.

"Jadi yang terganggu adalah jaringan interkoneksi skala Kalimantan, bukan hanya Bontang. Informasinya gangguan ini diperkirakan berlangsung sampai Juli 2026. Sekali pemadaman bisa berlangsung sekitar tiga jam," katanya.

Sebelumnya, Pelaksana Harian Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Bontang, Annisa Nabiha, juga menyampaikan pengaturan pemadaman masih harus dilakukan karena adanya gangguan pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan.

Ia mengatakan, PLN terus berupaya memulihkan kondisi sistem agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin. Meski demikian, Annisa belum dapat menjelaskan secara rinci penyebab teknis gangguan karena informasi tersebut merupakan kewenangan manajemen pusat.

"Kami hanya menjadwalkan pemadaman. Untuk penyebab utamanya nanti akan diinformasikan lebih lanjut," ujarnya.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Selama proses pemulihan berlangsung, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi terkait jadwal pemadaman yang disampaikan melalui kanal komunikasi PLN.

Pemerintah Kota Bontang berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha tidak lagi terganggu oleh pemadaman listrik bergilir.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....