BMKG Keluarkan Peringatan Dini, BPBD Sanggau Siaga Hadapi Karhutla

  • 30 Jun 2026 07:22 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kabupaten Sanggau masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki musim kemarau. Hal tersebut mendorong pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan melalui pemetaan wilayah rawan dan penguatan langkah pencegahan bersama masyarakat.

Kasubbag Perencanaan BPBD Kabupaten Sanggau, Tomi menyampaikan, wilayah ini memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang cukup tinggi. Menurutnya, luas wilayah berisiko menjadi perhatian karena mencakup kawasan hutan, lahan, hingga daerah perbukitan di berbagai kecamatan.

“Berdasarkan kajian risiko BNPB, Kabupaten Sanggau merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi. BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini memasuki musim kemarau pada periode 29 Juni hingga 5 Juli 2026 sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan,” ujar Tomi dalam Dialog Sanggau Menyapa di RRI Sanggau, Senin 29 Juni 2026.

Dia menjelaskan, wilayah pegunungan dan perbukitan menjadi kawasan yang memerlukan perhatian lebih selama musim kemarau berlangsung. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menyebar apabila muncul sumber penyulut di lapangan.

"Data pemantauan menunjukkan terdapat 402 titik panas yang terdeteksi sejak Januari hingga 27 Juni 2026 di Kabupaten Sanggau. Sebagian besar kejadian dipengaruhi aktivitas pembukaan lahan menggunakan api yang masih dilakukan oleh sebagian masyarakat," katanya.

Pemetaan kerawanan, dikatakannya, menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan sebelum kebakaran meluas ke kawasan lain. Langkah tersebut dinilainya, memudahkan penentuan prioritas patroli dan sosialisasi kepada masyarakat pada wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi.

"Pencegahan menjadi langkah paling efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah meluas dan sulit dikendalikan. Karena itu seluruh pihak, dinilainya, perlu meningkatkan kewaspadaan selama memasuki musim kemarau tahun ini," ungkapnya.

Data kerawanan dan pemantauan titik panas, disampaikan Tomi, menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menentukan langkah mitigasi. Tomi mengimbau kepada masyarakay untuk melakukan upaya pencegahan sejak dini guna menekan risiko kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....