Gelombang Laut Capai 3 Meter Ancam Perairan NTT Nelayan Diminta Waspada
- 29 Jun 2026 16:27 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 29 Juni 2026 pukul 08.00 Wita hingga 30 Juni 2026 pukul 08.00 Wita.
Peringatan ini disampaikan Prakirawan BMKG, Salsabila Nadhifvira, dalam wawancara bersama Pro 1 RRI Ende pada program Florata Pagi. Ia menegaskan masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku pelayaran, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi laut yang berpotensi membahayakan keselamatan.
BMKG mencatat gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT. Wilayah tersebut meliputi Selat Sape bagian utara, Selat Flores, Selat Pantar, perairan selatan Flores, barat daya Alor, perairan Timor, Selat Sabu, Selat Sawu, perairan barat, utara, dan timur NTT, perairan utara Kupang, Laut Kupang, perairan selatan Timor Tengah, serta kawasan perairan Taman Nasional Komodo.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di jalur-jalur perairan tersebut. Selain itu, gelombang lebih tinggi juga diprakirakan terjadi dengan ketinggian 2,5 hingga 3 meter di Selat Sape bagian selatan, Laut Sumba bagian barat, dan perairan selatan Sumba.
Kondisi ini masuk kategori berisiko tinggi terhadap kapal nelayan, kapal tongkang, hingga kapal feri. Menurut BMKG, kondisi cuaca di wilayah perairan Australia bagian tenggara secara umum terpantau cerah berawan hingga berawan tebal, dengan arah angin bertiup dari timur laut hingga tenggara berkecepatan 12 hingga 40 kilometer per jam.
Salsabila menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat sebelum melaut. Ia meminta pelaku pelayaran selalu memantau informasi resmi BMKG sebagai acuan keselamatan. “Apabila kondisi cuaca dan gelombang laut tidak bersahabat seperti angin kencang dan gelombang tinggi, masyarakat, khususnya nelayan, diharapkan tidak memaksakan diri untuk melaut demi keselamatan bersama,” ujarnya.
BMKG mengingatkan bahwa perubahan kondisi cuaca di laut dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga kewaspadaan perlu terus ditingkatkan, terutama bagi pengguna transportasi laut di wilayah NTT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....