Bawaslu Ngada Bangun Pengawas Pemilu Muda Melalui Pendidikan Partisipatif

  • 29 Jun 2026 10:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ngada menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) sebagai upaya memperkuat budaya demokrasi dan meningkatkan kesadaran pengawasan pemilu di kalangan generasi muda. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026 tersebut menjadi langkah strategis Bawaslu dalam membangun kapasitas kaum muda sebagai mitra pengawasan pemilu yang kritis, berintegritas, dan demokratis.

Kegiatan dibuka secara virtual oleh Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Amrunur Muh. Darwan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa tantangan penyelenggaraan pemilu semakin kompleks akibat maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, dan praktik politik uang yang menyasar generasi muda.

Ia mengibaratkan penyelenggaraan pemilu layaknya pertandingan sepak bola yang membutuhkan pemain, wasit, dan aturan permainan. Menurutnya, Bawaslu berperan sebagai wasit yang memastikan seluruh proses demokrasi berjalan jujur, adil, dan sesuai ketentuan.

"Dalam pemilu, Bawaslu hadir sebagai wasit yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Kemenangan harus diraih dengan cara yang baik, jujur, dan tidak curang," katanya. Sebanyak 20 peserta yang merupakan anggota Pramuka dari berbagai sekolah di Kabupaten Ngada mengikuti pelatihan tersebut.

Mereka mendapatkan materi mengenai pengawasan partisipatif, potensi pelanggaran pemilu, serta peran strategis generasi muda dalam menjaga integritas demokrasi. Materi disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Ngada, Antonius Ndiwal, bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Ngada, Walterius Niku, melalui metode diskusi, simulasi, dan pembelajaran partisipatif yang berlangsung interaktif.

Selain mengikuti sesi pelatihan, peserta menjalani pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mengenai kepemiluan dan pengawasan partisipatif. Sebagai tindak lanjut, para peserta menyusun komitmen untuk menjadi pengawas partisipatif di lingkungan sekolah, berani melaporkan dugaan pelanggaran pemilu sesuai mekanisme yang berlaku, serta menjadi agen edukasi demokrasi bagi teman sebaya.

Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kabupaten Ngada berharap lahir generasi muda yang memiliki literasi politik, integritas, serta keberanian mengawal proses demokrasi. Kehadiran para kader pengawas partisipatif diharapkan menjadi kekuatan baru dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis sekaligus memperkuat budaya pengawasan sejak tingkat akar rumput.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....