He(a)ll, Pentas Karya Ke-44 Jantung Teater FH UNEJ

  • 28 Jun 2026 18:06 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Kesenian Jantung Teater (Janter) Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ) menggelar Pentas Karya ke-44 bertajuk He(a)ll di Lantai 5 Gedung Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Jember. Kegiatan di akhir pekan tersebut merupakan agenda tahunan sekaligus bentuk implementasi hasil Orientasi Dasar Seni (ODS) anggota baru Angkatan 44 UKMF Kesenian Jantung Teater. Pentas Karya menjadi wadah bagi anggota baru untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan kemampuan berkesenian, serta menampilkan hasil proses yang telah mereka jalani selama berproses di Jantung Teater.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Angkatan 44 yang terdiri atas Limau, Karang, Cengkeh, Chatra, Aster, Randu, Giwang, Lentera, Harpa, dan Lesung menjadi pelaksana utama kegiatan. Menariknya, seluruh anggota baru Angkatan 44 adalah perempuan. Meski demikian, mereka mampu menunjukkan peran yang signifikan dalam penyelenggaraan Pentas Karya. Selain tampil sebagai pengisi acara, mereka juga terlibat sebagai panitia yang mempersiapkan keseluruhan rangkaian kegiatan, mulai dari penyusunan konsep, publikasi, perlengkapan, dokumentasi, hingga pelaksanaan acara. Proses tersebut dilakukan dengan pendampingan anggota aktif dan pengurus UKMF Kesenian Jantung Teater. Berbagai karya ditampilkan dalam Pentas Karya ke-44, mulai dari pertunjukan teater, pembacaan puisi, tari modern, tari tradisional, pemutaran film, hingga pameran karya seni rupa. Seluruh karya yang disajikan dikemas sesuai dengan tema He(a)ll dan menjadi ruang ekspresi bagi anggota untuk menyampaikan gagasan, perasaan, serta refleksi mereka melalui seni.

Salah seorang pengurus UKMF Kesenian Jantung Teater periode 2026, Elsa atau yang akrab disapa Songket, kepada RRI menjelaskan bahwa tema He(a)ll diangkat untuk menggambarkan perjalanan manusia dalam menghadapi luka batin, trauma, dan konflik dalam dirinya. “He(a)ll lahir dari kata healing, tetapi di dalamnya juga terdapat kata hell yang berarti neraka. Tema ini menggambarkan bahwa proses penyembuhan tidak selalu berjalan mudah. Sering kali seseorang harus melewati fase-fase sulit dalam hidupnya sebelum akhirnya mampu berdamai dengan dirinya sendiri,” ujarnya, 27 Juni 2026.

Menurutnya, tema tersebut mengajak penonton untuk memahami bahwa proses pemulihan merupakan perjalanan yang penuh tantangan serta membutuhkan keberanian untuk menghadapi sisi tergelap dalam diri.

Sementara itu, Ketua Umum UKMF Kesenian Jantung Teater periode 2026, Salsabila atau yang akrab disapa Dipan, mengatakan bahwa Pentas Karya merupakan bagian penting dari proses pembelajaran anggota baru. “Pentas Karya bukan hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya, tetapi juga bagian dari proses pendidikan di Jantung Teater. Anggota baru belajar menciptakan karya, bekerja dalam tim, hingga menyelenggarakan sebuah pertunjukan dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan,” kata Dipan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan anggota baru sebagai penampil sekaligus panitia bertujuan membangun kreativitas, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah proses kolektif. Menurutnya, Pentas Karya tidak hanya menjadi ruang untuk menunjukkan hasil akhir sebuah karya, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai komitmen, kedisiplinan, dan kerja sama.

Dalam pelaksanaannya, Pentas Karya ke-44 tidak terlepas dari berbagai tantangan, baik pada tahap persiapan maupun saat pelaksanaan kegiatan. Namun, berbagai kendala yang muncul dapat diatasi melalui koordinasi dan kolaborasi antara anggota baru, anggota aktif, serta pengurus Jantung Teater. Meski demikian, kegiatan ini dinilai berhasil menunjukkan hasil proses kreatif, kerja keras, dan dedikasi Angkatan 44 dalam mewujudkan sebuah pertunjukan seni yang utuh. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme dari para penonton yang hadir. Berbagai penampilan yang disajikan tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bukti perjalanan kreatif anggota baru dalam menerjemahkan gagasan dan pengalaman mereka ke dalam karya seni. Melalui Pentas Karya ke-44, UKMF Kesenian Jantung Teater FH UNEJ berharap dapat terus menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan seni bagi mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, kritis, dan berbudaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....