Muhammad Husein Shodiq, Sukses Menjadi Mahasiswa Berprestasi di Era Digital

  • 26 Jun 2026 20:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Di tengah gempuran distraksi digital dan tantangan akademik yang semakin kompleks, Muhammad Husein Shodiq berhasil membuktikan bahwa kedisiplinan dan manajemen waktu yang tepat adalah kunci utama menuju kesuksesan. Mahasiswa semester 4 Universitas Jember ini baru saja menyandang predikat Mahasiswa Berprestasi 1 Universitas Jember tahun 2026.

Dalam program Sore Ceria Berjaringan yang disiarkan di seluruh kanal Pro 2 RRI se-Jawa Timur pada Kamis, 25 Juni 2026, Husein membagikan perjalanan panjang dan strategi di balik capaian prestisiusnya.

Bukan Hasil Instan, Tapi Akumulasi Proses

Husein menegaskan bahwa gelar Mawapres bukanlah hasil yang didapat dalam semalam. Kompetisi yang ia menangkan menuntut tiga aspek berat: capaian unggulan, gagasan kreatif, dan kemampuan bahasa Inggris.

"Seleksinya bukan hanya saat mendaftar, tapi akumulasi dari apa yang dilakukan 1 hingga 2 tahun sebelumnya. Persiapan mental, mengumpulkan pencapaian, dan membangun rasa percaya diri itu tidak bisa dibangun dalam satu malam," ujar Husein.

Strategi Manajemen Waktu: Berbasis Target, Bukan Sempurna

Banyak mahasiswa mengeluh soal beban kuliah dan organisasi, namun Husein memiliki kiat khusus. Ia tidak berusaha menjadi sempurna, melainkan sangat disiplin terhadap goals (tujuan) yang telah ia tetapkan.

  • Pembagian Waktu 24 Jam: Husein mengalokasikan pagi hingga sore untuk kuliah, sore hingga malam untuk organisasi, dan malam hari hingga dini hari untuk riset serta pengembangan diri.
  • Manifestasi Visual: Untuk mengatasi rasa bosan atau jenuh, ia menuliskan targetnya di kertas dan menempelkan foto destinasi impian di meja belajar. Hal ini berfungsi sebagai pengingat saat motivasinya mulai menurun.
  • Olahraga: Husein memilih olahraga sebagai cara efektif untuk membangkitkan kembali fokus setelah jenuh berkutat dengan tugas atau riset.

Resiliensi: Menganggap Gagal sebagai "Jatah"

Pesan paling kuat yang disampaikan Husein bagi para pendengar Pro 2 RRI adalah cara menyikapi kegagalan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak takut mencoba hal baru meski risiko gagal itu ada.

"Gagal itu ada jatahnya. Segera habiskan jatah gagal itu dengan terus mencoba, karena di baliknya pasti ada jatah keberhasilan yang menanti. Jangan berhenti hanya karena satu atau dua kali kegagalan," tegasnya.

Tips bagi Mahasiswa Baru

Bagi mahasiswa yang masih bingung bagaimana harus memulai, Husein memberikan rekomendasi langkah konkret:

  1. Cari Komunitas yang Tepat: Bergabunglah dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang sesuai dengan minat dan bakat. Di sana, mahasiswa akan menemukan lingkungan yang memacu semangat.
  2. Kurangi Scrolling Media Sosial: Gadget sering kali menjadi pencuri waktu utama. Husein menyarankan agar mahasiswa lebih bijak menggunakan waktu untuk kegiatan yang berdampak nyata.
  3. Bangun Rasa Percaya Diri: Memiliki kemampuan (value) saja tidak cukup jika tidak berani menunjukkannya (show up). Rasa percaya diri adalah fondasi agar potensi diri diakui oleh lingkungan sekitar.

Tentang Kualitas Diri

Bagi Husein, menjadi role model bukan berarti harus menjadi orang jenius sejak lahir. Ia mengaku terinspirasi oleh ilmuwan seperti Albert Einstein dan Richard Feynman, yang meyakini bahwa orang biasa pun bisa mencapai puncak prestasi selama mereka gigih dan mau menginvestasikan waktu untuk belajar.

"Jangan hanya jadi konsumen informasi. Jadikan keberhasilan orang lain sebagai inspirasi untuk mencari tahu langkah apa yang harus kita lakukan agar bisa mencapai posisi tersebut," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....