Kaltim Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Libatkan 3.000 Petugas
- 27 Jun 2026 08:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur resmi ditandai melalui pencanangan yang digelar di Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda pada Kamis, 25 Juni 2026 malam. Pendataan yang telah dimulai sejak 15 Juni itu akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan lebih dari 3.000 petugas.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan keberhasilan sensus ekonomi membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
"Sensus ekonomi ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPS. Kegiatan ini akan berhasil kalau kita berkolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat di Kalimantan Timur," ujarnya, usai pencanangan.
Amalia menjelaskan, sensus ekonomi dilakukan untuk mendata seluruh aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam melihat kondisi perekonomian daerah sekaligus menyusun kebijakan pembangunan di masa mendatang.
Ia pun berharap masyarakat dan para pelaku usaha dapat menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar agar data yang dihasilkan akurat.
"Data yang dihasilkan nanti akan menjadi pelita, menjadi kompas pembangunan ekonomi Kalimantan Timur ke depan," kata dia.
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur. Menurutnya, data yang dikumpulkan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Karena itu, ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha memberikan keterangan yang sebenarnya kepada petugas sensus.
"Semoga masyarakat dan para pengusaha memberikan informasi yang sejujur-jujurnya, sehingga datanya bisa dimanfaatkan untuk membuat kebijakan yang lebih tepat guna dan tepat sasaran," ucap Hetifah.
Dukungan serupa turut disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur, Putri Amanda Nurramadhani. Menurutnya, dunia usaha membutuhkan data yang akurat agar program yang disusun bersama pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha.
"Kami mendukung penuh sensus ekonomi ini. Semoga data yang dihasilkan bisa menjadi acuan dalam menyusun program dan pembangunan ekonomi Kalimantan Timur," ujarnya, mengakhiri.
Selain ketiganya, pencanangan sensus ekonomi Provinsi Kalimantan Timur juga dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Sekretaris Utama BPS RI Zulkipli, dan Direktur Pemberdayaan Masyarakat OIKN Conrita Ermanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....