Takut Pajak dan Status Sosial, Kendala dalam Sensus Ekonomi

  • 26 Jun 2026 09:44 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan memastikan sensus ekonomi yang tengah berjalan tidak ada hubungannya dengan pajak dan status sosial masyarakat.

Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi mengatakan, masyarakat diminta untuk tidak khawatir menjawab semua pertanyaan dari petugas sensus ekonomi, sebab data yang diberikan terkait ekonomi masyarakat tidak berhubungan dengan pajak atau status sosial.

"Ada 2 hambatan yang ditemukan petugas dalam melakukan sensus, yakni kekhawatiran terhadap pembayaran pajak dan status sosial yang berdampak pada tidak mendapat bantuan sosial," kata Umar, Jumat (26/6/2026).

Umar menegaskan, masyarakat tidak perlu takut menjawab sejujurnya dan memberikan data yang dibutuhkan petugas sensus, sebab pendataan dilakukan untuk data statistik perekonomian masyarakat di Indonesia dan bukan untuk pajak atau merubah status sosial.

"Semua data yang diberikan tidak akan bocor, selain itu dalam pelaksanaan sensus ekonomi petugas sensus yang diturunkan sebanyak 169 petugas yang terdiri atas 148 petugas pencacah dan 21 pengawas," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....